Pergi ke Barat (Go West)


Beberapa hari lalu, tepatnya hari Rabu tanggal 30-01-2013, saya dan teman-teman melakukan perjalanan pergi ke barat (gowes a.k.a pit-pitan). Cerita ini bermula pada Selasa malam di rumah Jundi kami merencanakan untuk pitpitan bareng. Dan pada jam 10an malamnya Jundi mengirimkan pesan singkat yang isinya mengingatkan besok jadi pit-pitan dengan destinasi ke rumah Upek dan mencari sarapan (kirain nyari sarapan di rumah upek *haha). Dan yang paling keren baris ini : “Kumpul di depan SMA jam 5” . WOW. Kok niatmen kumpul jam 5. Pada nggak tau kayaknya jarak rumah saya ke SMA 1 jauhnya seberapa. ckckck. Tapi tak apalah, lagian udara pagi emang paling pas buat pit-pitan (kalo nggak hujan sih). Eh, tapi SMS itu baru saya baca pagi/dini hari nya karena semalam tidur gasik dan ada Juventus disiarkan di tipi (kalah sih). Dan karena janjiannya jam 5 kumpul di SMA, jam 5 pun saya mencoba sms koor pitpitan (Jundi) , menanyakan apakah sudah berangkat. Tapi ternyata gagal terkirim. Saya cek *388# , pulsa sih masih , tapi masa aktif habis. Njelehi. Yasudah kuputuskan segera cepak-cepak, cek tekanan angin roda depan belakang, dan kemudian berangkat.

Selo.

Jam segitu jalanan emang selo. Dan sekalilagi jam-jam segini lah jam ideal untuk bersepeda santai. Tak terasa sudah sampai di depan sekolah sekitar jam setengah 6an. Tapi kekhawatiran yang tadi sempat muncul ternyata terbukti. Shahih. Depan sekolahan masih sepi!. Tipis. Saya pun berbaik sangka “mungkin masih di perjalanan” (batinku sambil mengangguk-angguk seperti di sinetron-sinetron). Tak tunggu sampai jam 6 kurang 10 kok tidak ada kabar. Bosen. Tak pikir karena SMS semalem tidak saya balas, mungkin pitpitan ini dibatalkan. Akhirnya pun saya pergi ke barat (literally, ngulon). Tanpa arah, asal ngulon wae.Sebenernya mau nyari counter pulsa, isi pulsa (+masa aktif) terus telpon Jundi ngejak gelut namun apa daya jam segitu bakul yang buka baru bakul Soto, Bubur Ayam, Gudeg, Nasi Kuning, dan santapan sarapan lain. Hingga terbesit ide untuk mengunjungi rumah Budhe di magelang, keliatannya asik. Dengan rute : Gamping lor – Bantulan – Cebongan — (lali nama dalane) – Tempel,magelang.

bangunan di deket rumah upek
bangunan di deket rumah upek

Ngonthel.

Perlahan demi pasti ku-onthel sepeda ini menuruti rute tersebut. Namun baru sampai di SDN cebongan, nemu bakul pulsa. Mampir buat isi ulang. Tapi entah kebetulan atau emang gangguan sinyal, sepersekian detik setelah pulsa masuk, ada SMS masuk : “Piye bro? aku neng  murni ki..”. Saya tengok jam menunjukkan pukul 06.40 WIB. Dan saya cek lagi sms semalem *sempet kepikir jangan-jangan salah baca*. Ternyata tidak. Saya tidak keliru membaca sms, ini buktinya :

Screenshot_2013-01-30-17-59-00

Tipis.

Tipis memang teman-teman saya. Dan selalu saya jadi korban (baca Liburan Srigethuk part1 dan part2). Langsung tak telpon , dan menyuruhnya langsung ke rumah Upek. Dari sana saya mengayuh sepeda ini dengan kecepatan secepat mungkin. Wuusss. Sempet rantai loss pas kecepatan (agak) tinggi padahal sepeda ini sistem pengeremannya dengan memutar pedal ke belakang. Horohtoyo. Langsung tangan kiri nyampar benda-benda seadanya untuk mengurangi kecepatan (tiang listrik, pohon, pager). Walaupun begitu saya masih pertama yang sampai di rumah Upek. Sempet pekewuh ternyata Upek masih terlelap (ketoke bar Shubuh turu neh). Lima menit berlalu muncul Jundi dengan sepeda lipat nya dan Suban! Sangar. Dari jalan wonosari nggowes sampai Gamping Lor. Ternyata salah satu penggagas acara ini, Moko, terlalu tipis untuk bangun pagi dan menyusul.

Mangkat.

sori le moto rodo hoyag
sori, le moto rodo hoyag

Akhirnya kami berempat pun membentuk boyband. *plak* . Maksudnya kami pun membentuk girlband *plak*. Eh, maksudnya nggowes. Diawali dengan Bismillah, rute yang waton udu dalan buntu ini kami lalui dengan semangat pagi. Udara segar. Minim polusi. Pemandangan indah. MasyaAllah.  Sawah sawah hijau menjulang di sepanjang jalan, sungguh pemandangan yang jarang saya temui. Matahari yang beranjak naik sedikit demi sedikit. Sungguh lengkap keindahan pagi itu. Hingga saat kami melewati jalan yang meragukan. “piye bro?” , “wes, terobos wae, tembus wes, dalane podo” . Kurang lebih seperti itu percakapan yang sempat terjadi. Dan ternyata jalannya memang tembus! Tembus kali. Kecelik. Kami memutar arah dan mencari jalan lain yang lebih jelas dan diakui tembusannya. Sempat melintasi jalan wates (depan kantor kelurahan Balecatur po opo kae). Tapi belok lagi ke jalan-jalan yang lega.

Seger.

Tak terasa sudah semakin dekat dengan rumah Upek. Kami sempatkan mampir sarapan, karena memang itu tujuannya (lihat gambar diatas). Pilihan kami jatuh pada Soto Monjali. Langsung pesen soto sapi 4, jeruk anget 3, es teh 1. Baru ditinggal cuci tangan semua menu pesanan kami sudah tersaji. Gage. Tak lupa mendoan, sate usus, krupuk, menjadi pelengkap makan. Pengen? monggo di klik kanan > Save Image as…

soto sapi
soto sapi

Leren.

Sesampainya di rumah upek kami leren sejenak (?). Leyeh-leyeh. Malah pada bertebaran di lantai. Ada yang tidur, ada yang tiduran, ada yang tertidur. Ckckck. masih mau menyangkal?ini buktinya :

pating semebar
pating semebar

Tak terasa jam menunjukkan kalo waktu sudah siang dan matahri pun lagi seneng-senengnya menyebarkan energi panas. Males sih kalo mau pulang, tapi kalo disini  (rumah upek) terus yo nggak produktif juga. Masih banyak kerjaan lain yang harus diselesaikan. Akhirnya kami memutuskan pulang. Pamit undur diri untuk melanjutkan perjalanan ke rumah masing-masing dengan kondisi cuaca panas ngenthang-ngenthang.

Njendol.

Baru 200an meter dari rumah upek terasa ada yang aneh dari roda sepeda saya. Ternyata ban dalem nya pating mendosol keluar karena ban luar nya ada bagian yang mlengse. Jadi aneh, njendol semacam bal basket kalo mau njeblos. Di situasi ini Jundi dan Suban membayar kesalahan mereka (telat) dengan menemani saya nuntun sepeda ke tambal ban terdekat. Sudah nggak tipis lagi rupanya. Mbenakke posisi ban luar yang mlengse dan menambahkan angin dipatok tarif 2ribu rupiah. Alhamdulillah beres, perjalanan pulang berlanjut. Hingga saya sampai rumah tak ada yang bisa diceritakan selain energi panas yang memicu saya untuk mengayuh lebih cepat dari biasanya.  Sampai rumah lalu mandi dan aktivitas selanjutnya yang tidak berhubungan dengan cerita ini.

Tetap sehat tetap semangat supaya kita biar bisa pitpitan lagi. Salam konco tipis.

Advertisements

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s