#memancing


Fishing_1

“Seratus tiga puluh lima juta penduduk Indonesia”, Rhoma Irama

 Lirik lagu bang Rhoma seharusnya sudah expired karena melihat jumlah penduduk Indonesia yang semakin meningkat. Selain ‘penduduk dunia nyata’, ada juga yang namanya ‘penduduk dunia maya’. Indonesia, merupakan negara dengan pengguna facebook terbesar ke-4 di Dunia dengan 65 juta pengguna aktif ¹). Serta pengguna twitter terbesar ke-5 di Dunia dengan 19,5 juta pengguna aktif ²).  Jumlah yang cukup besar, menurut saya. Melihat beberapa daerah/wilayah di NKRI masih ada yang belum terjangkau sambungan internet. Dan usut punya usut, seperti beberapa orang yang saya kenal, ada yang memiliki lebih dari 1 akun dalam facebook maupun twitter. Tak hanya itu, banyak juga akun-akun palsu yang dibuat dengan tujuan bermacam-macam, dari mulai iseng, hingga ada yang menggunakannya untuk aksi penipuan. Sungguh terlalu. Namun, untuk saat ini mungkin saya tidak akan membahas mengenai data dan statistik diatas.

 “Talk is cheap, show me the code”, Linus Torvalds

 #Kode (hashtag: kode), mungkin sebagian besar pengguna jejaring sosial, khususnya yang aktif di twitter sudah paham maksud dari #kode. #Kode itu sepengetahuan saya, adalah penanda untuk post (tweet/status) yang bermaksud membicarakan seseorang tanpa menyebutkan orang tersebut. Biasanya, konteks dari #kode ini ialah, ya, hal yang sangat menarik bagi anak muda. Apalagi kalau bukan masalah perasaan ke lawan jenis. VMJ, Virus Merah Ja****!. Hampir setiap saya sedang online, membaca newsfeed maupun timeline, pasti ada satu atau dua post yang berisi #kode. Mungkin, hal ini dianggap biasa, dan wajar bagi para penulis #kode. Namun, sebenarnya terlalu banyak #kode juga kurang baik, bagi penulis maupun bagi sasarannya. Mari kita analogikan bermain #kode dengan orang memancing di kolam.

 “Most of the world is covered by water. A fisherman’s job is simple: Pick out the best parts.”Charles Waterman

 Di kolam, ketika kita ingin memancing ikan nila, kita asal melemparkan kail pancing ke sungai, dan menunggu ikan nila untuk memakan umpan. Padahal, di kolam tersebut tidak hanya ikan nila yang hidup. Ada ikan-ikan lain seperti wader, bawal, lele, dan kawan-kawan. Dan dengan umpan cacing/pelet, semua ikan tersebut memiliki kesempatan yang sama untuk terjerat. Biasanya, ketika kita ingin mendapatkan ikan nila, namun ternyata yang memakan umpannya adalah ikan selain nila, maka kita melepasnya kembali ke kolam. Padahal, ikan tersebut telah  berdarah-darah dan tercabik-cabik mulutnya terkena umpan kita. Namun dengan mudahnya kita mengembalikan ke kolam seolah membiarkan ikan itu menjalani hidupnya dengan luka. Nah, kurang lebih seperti itulah, bermain #kode di jejaring sosial. Kadang ada ikan tak bersalah yang harus disakiti.

 Tega?

 Terus, aku kudu pie?

 “Happy is the man who finds a true friend, and far happier is he who finds that true friend in his wife”, Franz Schubert

 Ya, sekarang, mending udahan mancing-mancingnya. Kalo pengen ikan nila, yaudah, mending langsung menjaring,memilih langsung ikan nila nya. Atau kalau mau memantaskan diri dulu, maksudnya mempersiapkan tempat untuk ikan dan bumbu-bumbu nya kalau mau disantap. Selagi ikan nila nya juga menggemukkan diri untuk siap dipanen. Kalo semua udah siap, langsung temui yang punya kolam, minta ikannya baik-baik (beli kalo dijual). Dengan demikian, tak perlu ada ikan lain yang tersakiti, bukan?

 “The closer you think you are, the less you’ll actually see”, J. Daniel Atlas

 Bahas facebook kok nyambung ke masalah mancing? Ya begitulah, tanpa kita sadari hal-hal kecil di sekitar kita yang tampaknya tak ada hubungan apa-apa bisa jadi ternyata memiliki beberapa kesamaan, seperti facebook dan mancing, juga seperti aku dan kamu.

Loh?malah aku sing dolanan #kode.

 Sekian saja, daripada semakin ngawur, tulisan singkat tak beraturan ini dibuat dengan maksud menyinggung diri sendiri, jika ada pihak lain yang kurang berkenan, mohon dimaafkan.

Semoga bermanfaat.

catatan kaki:

¹) sumber : http://www.merdeka.com/teknologi/data-terkini-pengguna-facebook-di-indonesia.html
²) sumber : http://dwikisetiyawan.wordpress.com/2012/02/29/data-dan-fakta-pengguna-jejaring-sosial-twitter-indonesia/

sumber gambar : http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/a/a3/Fishing_1.jpg

Advertisements

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s