Jalan Jalan Bro! #1 : Tasik Bersinar


tasik bersinar
tasik bersinar

Pada Jalan-jalan men! edisi perdana ini, saya dan kawan-kawan mengunjungi salah satu kota besar di Jawa Barat : Tasikmalaya! Bagi saya sih, ini bukan pertamakali menginjakkan kaki di kota ini (kedua kali, mungkin) namun tetap saja menarik untuk dijelajahi. Bermula dari ajakan Dhewa untuk silaturahim ke rumah Pakdhe sekaligus berkunjung ke PT. Dirgantara Indonesia untuk menanyakan perihal Kerja Praktek. Kelompoknya sebenarnya cuma 3 orang : Dhewa, Iqro, dan Miftah. Namun saya juga diajak, siapa tahu bisa dapet inspirasi topik untuk Tugas Akhir. Untuk informasi, PT. Dirgantara Indonesia merupakan perusahaan milik pemerintah yang bergerak di bidang manufaktur peralatan/persenjataan militer Indonesia seperti peluru kendali, roket, dan sebagainya. Demikian sekilas info.

Hari keberangkatan tiba. Tiket yang sudah dibeli sebanyak 4 lembar, ternyata sisa 1 karena Iqro’ membatalkan keberangkatan demi menyelesaikan kapal-nya untuk keperluan lomba. Alhasil hanya kami bertiga menempati 4 kursi di kereta Kahuripan. Selo. Jam 7 malam kereta berangkat dari stasiun lempuyaangan diiringi hujan deras dan gemuruh petir. Perkiraan kasar kami sekitar jam 2-3 dinihari kami sampai di stasiun tasik. Jam 2 kurang, kereta berhenti di stasiun ciamis. Dan selang setengah jam kemudian laju kereta melambat tanda akan berhenti. Namun tidak ada pengumuman. Setahu saya setelah ciamis itu ya tasik. Beberapa penumpang sudah bersiap turun, sedangkan kami masih duduk bertanya-tanya. Akhirnya setelah kereta berhenti dan beberapa penumpang turun, kami bertanya ke teteh-teteh di belakang kami, “Maaf, mau tanya, ini stasiun mana ya?” | “Ini Tasik. lha adek mau turun dimana?” | “Di tasik” | “Ya ini tasik?!” *sambil senyum keheranan* Dengan jawaban itu kami segera berkemas dan turun. Alhamdulillah selamat sampai tujuan.

Keluar dari stasiun kami langsung disambut dengan meriah. Oleh sopir taksi, ojek dan becak 😐 Awalnya kami memutuskan untuk jalan, cari mushola/masjid dulu atau cari warung 24jam yang ada TV nya (nonton Juve-Napoli men!) dan baru ke rumah Pakdhe habis shubuh. Tapi kebanyakan warung tutup dan mushola/masjid dikunci sehingga kami menyerah, cari taksi, dan meluncur ke rumah pakde di perum maya blok E. Sampai dirumah pakdhe langsung merebahkan diri, capek men! Hingga jam 8 kurang kami bangun, bersiap untuk kunjungan ke PTDI. Kami berangkat boncengan, dengan 2 motor. Daripada naik mobil, boncengan naik motor lebih dapet feel jalan-jalannya. Pemandangan-’pemandangan’ di sekitaran jalan lebih dapat dinikmati. Ada universitas siliwangi, sma-smp di tasik, dan beberapa pusat perbelanjaan. Sesampainya di PTDI, kami berkeliling, berbincang-bincang dengan para petinggi di sana. Tentunya ditemani Pakde nya Dhewa yang baru beberapa waktu lalu pensiun dari sana. Sempet ada yang komentar “Wah, seragamnya kok seperti tim SWAT”. Ya, kami sudah janjian untuk mengenakan pakaian kebesaran : PDL ELINS yang berwarna hitam dengan desain minimalis (fyi. beberapa waktu lalu memperoleh penghargaan PDL terbaik di MIPA).

100_5630

Selesai kunjungan, kami pulang. Berkemas,makan siang, lalu berpamitan untuk sekalian pulang. Jalan-jalan di pusat kota, men! Dari perum maya, naik angkot nomor 17. Angkot yang kami naiki isinya cuma 4 orang. Luamayaan. Dari dalem angkot kami cerita macem-macem dan aneh-aneh sambil berharap mbaknya (penumpang lain) nggak paham bahasa jawa. Sampai di suatu perempatan, kita tanya ke pak sopir “Pak, pusat kota tasik dimana?” | “Nah di situ dek, turun di sini aja terus jalan kesana” | “oh ya pak, kita turun disini *sambil nyodorin ongkos*” . Dan jalan-jalan pun dimulai. Tujuannya nggak jelas, pokoknya asal jalan aja liat-liat pusat kota tasik. Dimulai dari alun-alun, terus ke masjid agung tasik, ke selatan di pusat perbelanjaan (semacam malioboro kalo di Jogja). Sempet masuk ke suatu pusat jual-beli handphone. Dhewa ternyata lagi ngebet banget pengen beli HP n-gage. Bertanya ke beberapa counter namun hasilnya nihil. Lama kita jalan, akhirnya haus juga. Kemudian muncul nama tempat yang jadi tujuan : Indomaret! Beli minum dan cari tempat nongkrong. Jalaan terus, namun semakin lama kok semakin familiar dengan jalannya. Ada yang nggak beres nih. Ternyata kami berjalan memutar sehingga semakin lama semakin mendekati posisi awal kami yaitu di perum maya. -____- Tidak terasa sudah waktunya ashar, kami mencari masjid. Pas liat ada kubah masjid kami mempercepat langkah mendekatinya. Namun ternyata setelah semakin dekat kami baru tahu kalau itu hanyalah mushola sebuah kolam renang. Wah parah, langsung balik arah dan cari masjid lain. Alhamdulillah, ketemu. Setelah sholat ashar, kami melanjutkan perjalanan mencari indomaret. Akhirnya ketemu juga, indomaret yang terletak di depan RSUD. Futami, Milo, dan Mytea menjadi minuman yang terpilih untuk menghilangkan dahaga. Ternyata indomaret ini tidak menyediakan tempat nongkrong sehingga kita mencari bangku di depan RSUD sembari jajan bala-bala (bakwan .red) dan tahu goreng. Setelah itu kami pun berpisah. Dhewa dan miftah mencari angkot 08 menuju pool BUDIMAN sedangkan saya naik angkot 03 ke jalan paseh. Turun dari angkot, saya mencari rumah saudara dengan teknologi GPS : Gunakan Penduduk Setempat/Global Pitakonan System. Tanya sana-sini, hingga ada yang dengan baik hati dan tanpa pamrih mengantarkan ke rumah saudara. Langsung saya disambut dengan sangat hangat. Keponakan-keponakan yang lucu lucu yang bahkan saya tidak hapal namanya, bergantian menyalami. Baru beberapa saat duduk langsung bulik saya menyediakan makanan nasi lengkap beserta lauk dan sayurnya.

angkot
DSCN9981
counter hape, nyari n-gage
DSCN9982
mencari counter lain
100_5643
masjid agung tasikmalaya
100_5651
jalan-jalan men!

DSCN9990

Lama kami bercengkrama, bercerita kesana kemari, hingga rasa kantuk mulai hinggap. Maklum, tadi sore sudah jalan kaki lumayan jauh. Sebelum tidur ternyata bulik membelikan mie baso (bakso di jawa barat namanya mie baso. ah,jadi inget tebakan super absurd). Setelah itu langsung ngglethak di kasur. Pulas sudah tertidur. Bangun pagi, langsung dibikinin susu, mandi, disiapin sarapan. Sekitar jam 8, dengan berat hati saya pamit. Dan bulik pun sangat berat melepas kepulangan saya. Maklum sih ya, udah bertaun-taun nggak ketemu dan saya baru pertama kali ini ke rumahnya. Biasanya beliau sekeluarga yang main ke jogja. Dari rumah saya dianter mang asep ke simpang lima buat nyegat bis jurusan Tasik-Cirebon. Loh, kok malah ke cirebon? Perjalanan ke jawa barat kali ini emang tidak saya sia-siakan. Sekalian ke PTDI, ke rumah saudara, dan sekalian mampir ke Panawangan. Ya, panawangan, desa yang beberapa bulan lalu jadi tempat singgah saya selama 2 bulan untuk memenuhi prasyarat 3 SKS dengan judul mata kuliah : KKN. Kuliah-Kerja-Nikah (Nyata). Perjalanan dari Tasik ke Panawangan saat itu menempuh waktu 1,5 jam dengan jalan yang sangat aduhai naik-turun. Cerita di lokasi KKN dapat anda simak di tulisan saya selanjutnya. (ini)

pool budiman
pool budiman

Singkat cerita, sudah jam 2 siang, saya pulang naik bus Tasik-Cirebon tujuan Pool BUDIMAN. Sekitar jam setengah 4 sore, sampailah saya di pool budiman, dan langsung menuju loket untuk memesan tiket keberangkatan ke Jogja. Pilih jam ke-2 (18:30) dan nomor tempat duduk 1. Ya, saya jadi penumpang pertama di sana. Menunggu jam 18.30 tidak begitu membosankan dengan adanya siomay, jagung rebus, pocari sweat, serta novel yang untungnya saya bawa dari jogja.

100_5666

Pemberangkatan ternyata tertunda -+1 jam dikarenakan penumpang yang masih sedikit. Akhirnya jam 19.30 bus jurusan Tasik-Yogya berangkat. Sebelah saya, walaupun tidak sesuai harapan, ialah ibu guru sekolah dasar di ciamis. Dari hasil percakapan, ternyata beliau ke yogya bersama beberapa kawan untuk menjalankan PLPG atau semacam sertifikasi guru di UNY. Laju bus semakin cepat, dan sekitar pukul 2.30 dinihari saya sampai di terminal Giwangan, Yogyakarta.

terminal giwangan
terminal giwangan

Dan dengan demikian, berakhirlah sesi Jalan-jalan men! #1 : Tasik Bersinar. Sampai jumpa di JJM#2 dengan tujuan dan kawan yang belum ada!

“A good traveler has no fixed plans and is not intent on arriving.”, Lau Tzu

Advertisements

One thought on “Jalan Jalan Bro! #1 : Tasik Bersinar

  1. Pingback: A short visit : cibogor. | ferindra nugrahendi

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s