JBR02 : The beginning


Is it a coincidence?

Hari itu, hari terakhir pemilihan lokasi KKN melalui website LPPM. Sejak awal memang saya ingin memilih lokasi KKN di luar propinsi. Setelah sebelumnya gagal di lampung, akhirnya saya memutuskan untuk lokasi yang masih di dalam Pulau Jawa. Sekitar jam 11 malam saya mulai membuka website lppm. Scroll mouse dari pilihan pertama/paling atas, BL, BTL, GK, JBR, JKT, JTG, JTM, KP, SLM, dan lainnya. Scroll atas-bawah-atas lagi-bawah lagi, hingga akhirnya ada 2 pilihan yang cukup mengambil perhatian :

JBR02 – Pengembangan Metode dan Media Pembelajaran Alternatif Siswa SD dan SMP Desa Panawangan Kabupaten Ciamis

dan

JTMxx – (tema tentang wisata di daerah Malang, Jawa Timur)

Tema pertama yaitu pendidikan, sangat menarik bagi saya pribadi. Terlebih lagi mengenai metode pembelajaran alternatif, asumsi saya kelompok ini akan berisi orang-orang kreatif yang sangat peduli dengan pendidikan di Indonesia. Wah, bakalan satu unit bersama orang-orang hebat!. Dan juga  lokasinya di Ciamis, seingat saya belum pernah sekalipun berkunjung ke kabupaten di Jawa Barat ini. Lewat doang sih paling pernah. Tapi kan nggak  ada rasanya, apalagi ini nanti 2 bulan, pasti akan jadi pengalaman yang menarik. Kemudian tema kedua yaitu pariwisata, sangat menyenangkan sekali sepertinya. Apalagi, saya belum pernah (atau baru sekali pas waktu kecil dulu) wisata ke kota apel, Malang. Dan apa salahnya sih, milih lokasi KKN di desa yang berpotensi menjadi desa wisata? Bakalan semangat menjalankan program, kan? Pengabdian dapet, jalan-jalan juga dapet. Komplit kayak bakso.

Ternyata kedua tema itu mendapat porsi sama dalam perhatian saya. Bolak-balik saya melihat 2 tema itu sambil bingung memilih, hingga malam semakin larut dan tak terasa saya pun tertidur di depan laptop. Keesokan harinya di kampus ketika teman-teman menanyakan mengenai pilihan lokasi KKN yang diambil, saya jadi teringat. Duh! Semalem aku jadinya milih yang mana coba? Jawa Barat kah? Atau Jawa Timur? Pendidikan atau Pariwisata? Meskipun hal itu tidak membuat panik, ya, karena kedua pilihan itu sama saja. Maksudnya saya sama-sama berminat di keduanya. Justru dengan begini jadi lebih seru, dan jadi penasaran. Hehe. Cukup yakin saja, bahwa keputusan Allah pasti yang terbaik buat hambaNya 😀  Hari-hari pun berlalu dengan kesibukan seperti biasa.

JBR02 for sure..

Di siang hari yang cerah, HP tetiba bergetar, ada pesan singkat masuk. Isinya berupa undangan first meeting KKN unit JBR02 di salah satu cafe di Seturan. Loh? Belum juga pengumuman plotting dari LPPM, kok udah first meeting? SMS itu berasal dari Evint, yang mengaku salah satu tim pengusul JBR02. Sempet ragu juga awalnya, tapi karena dipikir-pikir nggak mungkin juga ada orang terlalu selo uripe buat ngerjain saya, jadi saya anggap dengan ini resmi saya bergabung dengan KKN unit JBR02. Reaksi saya sih, impas. Kok impas?  Pertama kecewa karena nggak jadi KKN sambil jalan-jalan di Malang. Tapi, juga seneng bisa mengabdi di bidang Pendidikan dengan bergabung di KKN JBR02. Jadi, impas, bukan? Selain itu, mulai agak penasaran juga sama bentukan teman-teman yang nantinya bakal tinggal bareng 2 bulan. Couriously excited.

First meet = expectation!

First meeting, berangkat, agak telat karena jamnya juga nanggung (pake banget). Pas sampai lokasi, ternyata acara baru mulai. Sejenak kemudian, saatnya sesi perkenalan tiap orang. Semua tim pengusul dan anggota mulai menyebutkan nama, dan jurusan masing-masing. Perfect! Nggak ada satupun anggota JBR02 yang udah saya kenal sebelumnya! Ini baru komposisi kelompok yang idaman saya. Jadi total saya nambah 28 teman baru. Lumayan. Selesai perkenalan, kormanit dan tim pengusul bergantian menjelaskan mengenai KKN kali ini, mulai dari kondisi lokasi, penjelasan tema, rencana program, dan lainnya. Setelah itu kumpul per klaster, dan ternyata klaster soshum mendominasi unit ini dengan 17 orang. Klaster saintek sendiri ada 9 orang. (segini udah lumayan lah, kalo ada program nguli nggak dikit-dikit banget yang kerja). Dan klaster kesehatan ada 3 orang. Sejak firstmeeting itu, rapat unit mulai gencar dilakukan. Maklum lah, penentuan anggota ini mepet banget, H-2 bulan! Padahal persiapan masih banyak, ada pencarian dana, pembahasan program, survey lokasi, dan semacamnya. Dan jujur, awal-awal rapat saya samasekali nggak bisa fokus. Dateng sih rutin, tapi fokus nggak begitu.  Istilahnya setor muka. Masalahnya fokus sebagian besar teralihkan ke persiapan kompetisi muatan roket di Garut tanggal 30 Mei-2 Juni. Manajemen fokus saya memang buruk. Tiap malem habis rapat di FISIP saya langsung ke gedung TETI (Teknik Elektro & Teknologi Informasi) buat lembur. Kadang juga nginep di sana.  Bahkan waktu ketemu perdana dengan dosen pembimbing lapangan pun saya terpaksa ijin. Setelah lomba selesai baru saya mulai memikirkan keberlangsungan KKN ini, juga mulai berusaha mengenali (dan menghapal) nama beserta wajah anak-anak JBR02.

Saintek – Subunit3!

Dalam rapat awal diumumkan mengenai pembagian subunit. Pembagian ini menurut saya semi random, karena walaupun acak tetap dibagi rata untuk jumlah tim pengusul dan jumlah laki-laki tiap subunit. Cerdas. Dan saya tergabung di subunit 3 bersama … ah waktu itu belum hafal nama-namanya. Kormasit yang terpilih untuk subunit 3 adalah Khrisna. Kesan pertama orangnya pendiem, normal, perilakunya wajar-wajar aja, lumayan tenang lah jadi anggotanya. Setelah itu ada pemilihan kormater, dan untuk saintek yang terpilih ialah Joko. Pertama diliat orangnya kritis, aktif, kadang suka ngelawak. Lumayan juga buat jadi kormater. Rapat-rapat berikutnya semakin intens. Entah rapat unit, rapat subunit, maupun rapat klaster. Semakin lama semakin muncul semacam praduga/ekspektasi awal buat anak-anak subunit 3 dan saintek (soalnya sering rapat bareng). Di subunit 3, ada Khrisna kormasit yang ternyata fans Barca, Unin psikolog yang rajin jualan tahu bakso (aku durung ngicipi tekan saiki), ada Gilang temen sejurusan yang belom pernah liat/ketemu di kampus,  Mbak Ayu anak sastra korea yang hobi masak kimcil eh, kimbab, ada Dani sekre sejati (soalnya tiap rapat bawa leptop terus), ada Kevin perkap unit yang tingginya 2 meter (plus sandal), ada Dia adiknya Dewi, ada Aul yang ternyata rumahnya deket lokasi, dan ada Lili anak sastra jepang yang selalu ijin pulang sebelum jam 9. Dengan prasangka awal itu, sempet kepikiran juga, apakah nanti di pondokan bisa nyambung? Melihat latarbelakang bahasa dan jurusan kami yang berbeda-beda. Sedangkan di klaster saintek, ada Joko kormater yang nglawak terus, ada Ima yang pemikir (maksudnya pendiam), ada Vania yang sebenernya aktif, tapi jarang rapat (hehe), ada Mirza yang kadang kadang malah koyo kormater, ada Gilang (again), ada Yusqi yang juga jarang keliatan, serta ada Mas Nupus yang banyak ide. Oh iya, ada Devki, aktivis bismania yang sedang kuliah di geografi. Melihat komposisi seperti itu, serta kebutuhan di lapangan, sudah dapat diduga bahwa mayoritas program saintek ialah pelatihan komputer.  Ahay! 

Rapat – rapat pun berlalu, dan hari H semakin dekat. Sampai detik-detik sebelum pemberangkatan saya masih belum 100% yakin bisa nyambung dengan anak-anak unit JBR02. Tapi, ah,sudahlah.

To be continued (as soon as possible)

“..boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal itu amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu amat buruk bagimu; Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui”

[Q.S. 2:216]

Advertisements

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s