Kumpul kreavi #11 : Digital Art Ecosystem


Kumpul kreavi ke 11 ini diadakan di Jogja, bertempat di Jogja Gallery. Bertepatan dengan pameran seni yang diadakan oleh kreavi bersama jogjaforce dan fabula yang bertajuk RUPANADA : Melihat dengan hati, mendengar dengan mata. Pameran tersebut merupakan pameran karya seni digital dengan tema visualisasi lagu-lagu daerah seluruh nusantara. Pembicara dari kumpul kreavi #11 ini merupakan perwakilan seniman yang memajang karya seni pada pameran tersebut, yaitu Ipung, Dhanank Pembayun, Amenth THMD, Ade, serta senior desain grafis, mas bodot, dan pelaku industri seni digital, mbak mayumi. Diawali pembukaan oleh mas Benny (kreavi) yang kemudian dilanjutkan satu per satu seniman yang menjelaskan deskripsi karya mereka.

animo peserta tumpe tumpe
animo peserta tumpe tumpe
bergantian narsum memaparkan materi kreatif
bergantian narsum memaparkan materi kreatif

Diawali oleh mas amenth, lagu yang divisualisasikan ialah Jaran Teji. (Jaranan jaranan jarane jaran teji.. dst.) Baginya, jaran teji berarti kuda yang gagah, kuat, menggambarkan pemimpin yang dipatuhi oleh rakyatnya. Lanjut kemudian mas Dhanank. Dengan memilih lagu kidang talun, dhanank memandang lagu itu sebagai sebuah anomali dimana kijang yang sudah termodifikasi oleh manusia. Kemudian mas ipung yang memvisualisasikan lagu tak lelo lelo lelo ledung yang memiliki arti : love, courious, hope. Mengenai betapa penting peran orang tua dalam mendidik anak. Lalu ada mas .. yang menggambarkan keceriaan dari lagu kicir-kicir dalam sebuah karya digital. Lalu ada mas Ade yang memilih menggunakan teknologi sebagai medianya. Menggunakan arduino, sensor jarak, dan sensor suara, mas ade memvisualisasikan lagu rasa sayange dengan berbagai jenis karakter dengan ratusan kombinasi warna yang berubah sesuai suara yang diterima.
Setelah itu dilanjutkan oleh mas bodot, yang menceritakan sejarah desain grafis nasional. Kemudian diakhiri oleh mbak mayumi yang memaparkan ekosistem seni digital ditinjau dari dunia industri.
Setelah semua pembicara mengutarakan materi masing-masing, diadakan sesi tanya jawab. Untuk sesi ini kebetulan saya hanya mengingat beberapa.

seluruh narasumber berpose dengan kaos kreavi
seluruh narasumber berpose dengan kaos kreavi

Q: Seberapa perlu kemampuan ilustrasi manual jika ingin menjadi seorang desain grafis?
A1 : bagi saya itu penting mbak, sangat penting. Karena memang basic saya di ilustrasi manual, dan software pengolah grafis di komputer digunakan untuk finishing.
A2 : itu tergantung fungsi. Analoginya, jika anda membuat es ‘teh’, apakah anda perlu ember? Jadi semua kembali ke fungsi dan kebutuhan. Mikir,

Q: Saya bukan/belum bisa disebut sebagai desainer grafis, saya hanya sebagai penikmat desain grafis. Dan selama 3-4 tahun terakhir ini saya berada di lingkungan yang mempelajari dunia elektronika, melihat karya mas Ade tadi saya jadi bertanya-tanya, bagaimana peluang seni digital dengan media teknologi pada dunia industri nasional?
A: Itu peluangnya untuk sekarang masih belum begitu besar. Namun memang hal seperti itu belum banyak yang mengembangkan. Ketika nanti teknologi tersebut sudah terjangkau (harganya .red) di Indonesia, maka prospeknya pasti ada.

Sekian liputan kumpul kreavi #11, mohon maaf karena tidak mencatat dan materi sangat melimpah maka banyak yang tidak dapat dituangkan di tulisan ini. Untuk menikmati karya-karya seniman digital, silakan mengunjungi Jogja Gallery (pameran dibuka sampai 8 Mei), atau kunjungi di rupanada

diantara orang-orang kreatif pada kumpul kreavi #11
diantara orang-orang kreatif pada kumpul kreavi #11
Advertisements

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s