Ngepit51: this is the real adventure!


Halo gaes. Untuk kali ini serial bersepeda bernama ngepit51. Karena personilnya merupakan teladan51. Sebenernya masih edisi ke 0 soalnya publikasinya belum menyeluruh, masih via wasap dan sms (personal). Tujuannya sama seperti serial pertama dari pitpitan yaitu curug banyunibo & pulosari, pajangan, bantul. Beberapa anak kami hubungi dan yang konfirmasi hadir ialah saya, jundi sang ketua angkatan, legendary coach upek, kdx was here, suban wakil ketua, dan curut si alfian. Janjian ketemu di teladan jam enam pagi. Wajib ini, soale jenenge wae ngepit51 (ngepit teladan51). Sekitar jam 6.15 semua personil lengkap sudah, dan ternyata waktu itu (sabtu 31-05-2014) ngepasi acara wisuda teladan55. Praktis kami tidak melewatkan kesempatan foto2 di depan karangan bunga ucapan selamat. Mengenang 4 tahun silam ketika kami di wisuda.

sebelum mancal, foto di depan teladan
sebelum mancal, foto di depan teladan

Setelah itu, dengan bismillah, kami berangkat. Melalui jalan mbantul karena jam segini masih belum rame dan panas (kalo lewat kasihan lebih banyak tanjakan). Sesampainya di pajangan sempat kami kebablasen dan tanya ke warga setempat (beberapa kali) untuk memastikan agar kami tak salah arah. Hingga sampai kami di jalan menanjak. Tanjakan yang cukup menguras dengkul.

IMG_0558

plangisasi KKN PPM UGM 2013 :))
plangisasi KKN PPM UGM 2013 :))
ciee
ciee

Setelah melalui beberapa tanjakan, akhirnya dengan selamat kami tiba di curug banyunibo! Cukup heran melihat kesunyian curug saat itu, berbeda jauh dengan waktu pitpitan edisi pertama, banyak pengunjung dan pedagang. Sekarang hanya kami yang mengunjungi curug itu. Belajar dari pengalaman, kami membawa sepeda turun ke curug langsung (biar lebih terasa di foto nya). Menikmati gemercik air, angin sepoi, dan sncak nya jundi sembari ngobrol dan mendokumentasikan suasana.

curug, banyunibo!
curug, banyunibo!

Setelah puas kami pun kembali. Sempat berunding mau pulang atau lanjut ke curug pulosari. Kalau aku sih prefer lanjut, tinggal deket dan nanti sekalian jalan pulang. Akhirnya semua setuju dan kami lanjut ke pulosari. Sesampainya di sana ternyata kami tak sendirian. Ada mbakmbak pengunjung lain yang sedang asik foto-foto di bawah. Di sini juga cuma mampir bentar, dan foto-foto, karena lokasi yang kurang cocok buat duduk dan berbincang hangat. Lagian juga sudah siang, sepertinya mulai lelah.

ngepit51 !
ngepit51 !
jurang pulosari
jurang pulosari

Kami pun lanjut pulang. Melalui jalan berbeda yang jelas, karena jalan menuju ke pulosari tadi banyak turunan, otomatis kalo pulang nanjak terus. Di jalan lain pun ternyata juga nanjak. But at least we’ve tried another way. Di tengah jalan curut sempet bilang “This is the real adventure!” namun beberapa meter kemudian berhenti dan bilang “Sek bro, leren sek, panas banget” -___- Sampai di perempatan kami istirahat sejenak, dan memutuskan bahwa destinasi berikutnya rumah fadli tapir. Sampai rumah fadli kami singgah sejenak ke masjid Al Moeladi, menunaikan kewajiban dan seperti biasa leyeh-leyeh sejenak. Tak lama kemudian fadli yang baru pulang menghampiri dan mengajak ke rumah. Di rumahnya hanya ada 3 kegiatan : makan, tiduran, dan ngobrol. Hingga tak terasa sudah jam lima sore kami berpamitan. Di pinggir sawah pendowoharjo ternyata saya mendapati sanset. Luar biasa. Nggak pernah bosen liat yang namanya sanset.

sunset!
sunset!

“Sunset is still my favourite color. Rainbow is second”

 

Demikian secuplik kisah ngepit51 edisi ke nol, semoga menginspirasi (opone?).

Advertisements

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s