Kondangan : Reuni, dan Mudik yang singkat


Bermula dari wasap seorang teman serumah waktu KKN dulu.

“Om, jadi gimana, tanggal 5 bisa hadir? Undanganmu ta anter ke rumah po?”

Jadi teman saya itu (lili) mengabarkan bahwa prosesi pernikahannya dilaksanakan tanggal 5 september. Dan tentu, antusias kami (saya dan beberapa personil sub 3 yang diberitahu paling awal) cukup tinggi untuk dapat hadir di acara yang dihelat di Banjarnegara. Beberapa hari kemudian undangan resmi dirilis dan kami, menginisiasi sebuah grup whasap berisi anak JBR02 (selain lili) untuk membahas mengenai beberapa hal. Siapa saja yang hadir, kadonya gimana, berangkatnya gimana. Maklum lah, beberapa personil sudah tidak menetap di Jogja. Ada yang baru mulai merantau dan ada yang pulang ke kampung halaman. Dan dari ratusan obrolan di grup tersebut akhirnya diperoleh kesimpulan bahwa untuk keberangkatan dibagi 2 kelompok: kelompok 1 dari Jogja barengan naik travel, dan kelompok 2 dari Jakarta naik kereta api tututut. Kelompok 2 pun terdiri dari 2A dan 2B. Kelompok 2A ialah kelompok Ibu-ibu hamil yang ngga boleh naik kereta ekonomi, dan kelompok 2B ialah sekelompok manusia yang belum-ada-yang-melarang naik kereta ekonomi.
Saya termasuk kelompok 2 yang berangkat dari stasiyun pasar senen. Mengendarai kereta super ekonomis, serayu malam, kami berjanji akan tiba dan bertemu di stasiun jam setengah sembilan malam (kereta take off pukul 9 malam). Saya yang sementara berdomisili di Tangerang, harus menempuh beberapa stasiun transit hingga turun di stasiun kemayoran dan naik bajaj sampai pasar senen. Di sana sudah menunggu Devita, Mas Nufus, Krisna. Krisna di sini hanya ingin berjumpa saja, dia tidak ikut dikarenakan suatu alasan tertentu. Jadi masih nunggu seorang lagi, Besov. Tak lama kemudian Besov datang dan kami segera check-in ke kereta. Dikarenakan ada seorang yang tiba-tiba batal ikut, alhasil lima tempat duduk ditempati oleh 4 orang. Lumayan lega. Menghabiskan waktu di kereta dengan ngobrol ke utara-selatan, nonton one-piece, tidur, hingga tak terasa hari sudah pagi. Ya karena namanya juga serayu, kereta ini menuju purwokerto dengan melintasi bandung jadi rute yang diambil lebih jauh. Sekitar pukul 8 pagi kami baru sampai di tujuan, stasiyun purwokerto. Dengan selamat, kantuk, dan kaki pegal-pegal. Alhamdulillah.

Baru beberapa langkah keluar stasiun, tim penjemput sudah menghampiri kami. Jadi, sesuai rencana, kelompok 1 berangkat dari jogja jum’at malam dan sampai purwokerto (rumah Dika) jum’at larut malam. Kemudian dini hari sekitar jam 4 mereka menjemput mba ayu (kelompok 2A) yang tiba lebih awal dan pagi harinya baru mereka menjemput kami yang tiba belakangan. Sesampainya di rumah Dika kami mandi – tiduran – sarapan (plus sesi curhat dan tanya jawab).

Jadwal acara resepsi dilaksanakan jam 12.30. Perkiraan perjalanan -+ 1,5 jam, kamipun berangkat jam 11 lebih dikit. Rombongan 9 orang ini dibagi ke dalam 2 mobil. Berbekal do’a, peta di undangan, GPS, google maps, dan petunjuk jalan, akhirnya kami tiba di lokasi sekitar jam 1 kurang 10menit.

squad kondangan
squad kondangan

Ternyata acaranya belum dimulai. Kami pun duduk di tempat yang disediakan. Di sana berjumpalah kami dengan teman kami, warga pribumi Banjarnegara : Dani. Karena kami tak ada yang mengabari lili bahwasanya akan hadir berombongan, alhasil dia agak terkejut sambil menahan tawa ketika melihat kehadiran kami. The Surprise, accomplished. Setelah melihat segala rangkaian adat dan sambutannya, tibalah saat yang ditunggu yaitu sesi bersalaman dan berfoto. Pada awalnya ada rombongan lain yang hendak berfoto, namun dengan sigap, Dani (humas nya subunit 3) segera meminta keringanan untuk kami dengan dalih keburu kehabisan angkutan pulang jogja. Bukan Dani namanya kalau gagal membujuk. Belum puas berfoto dengan pengantin, kami juga berfoto di parkiran mobil.

kondangan
#JBR02 at lili’s wedding
di parkiran, di jalanan, angkat skali lagi gelasmu kawan
di parkiran, di jalanan, angkat skali lagi gelasmu kawan

Demi mengejar bus malam untuk pulang Jogja, kami pulang segera. Mampir makan sebentar di soto sokaraja, kemudian pulang ke rumah Dika dan berkemas. Nah perjalanan dari rumah Dika ke terminal bus ini yang berbeda. 9 orang yang tadi dibagi dalam 2 mobil, sekarang, entah bagaimana caranya, harus muat dalam sebuah mobil avanza, plus 1 sopir. Seat tengah dan belakang dijejali dengan 4 makhluk yang segera merindukan ruang bernapas ini. Untungnya jarak rumah Dika dengan terminal hanya sepelemparan batu. Dan ternyata kami masih kebagian tiket bus efisiensi keberangkatan jam 7 malam. Alhamdulillah.

Oh, iya, dari 9 orang tadi, hanya 7 orang yang ke Jogja. Sedang Mba Ayu dan Mas Nufus kembali lagi ke ibukota. Awalnya saya ragu mau ikut ke Jogja atau langsung balik Tangerang. Namun dengan segala pertimbangan, ke Jogja saya pun kembali.

Sampai Jogja jam 11 malam, di ambarketawang kami dioper dengan shuttle bus menuju tujuan masingmasing. Saya turun duluan di pom bensin kadipiro. Ternyata Bapak sudah menunggu di sana. Tak langsung dibawa pulang, saya diampirkeun ke Gudeg batas kota. Rindu.

Walaupun minggu sore saya sudah harus berangkat ke Tangerang lagi, namun kepulangan ini tetap berarti. Ngobrol-ngobrol dengan ibuk, dicurhati simbah werno-werno, update berita sekitar. Tetap menyenangkan. Dan siangnya, kebetulan, MasPian dan Suban mengadakan syukuran menjelang penempatan definitf-nya, bersama rekan-rekan SMA. Bertempat di sambel welut Pak Sabar, kami yang memang penyabar ini menyantap habis belut-belut yang berkeliaran di meja makan. Sebenarnya siang itu juga anak JBR02 kumpul di kalimilk, namun dengan prinsip pembagian jadwal, karena Sabtu sudah full berjumpa berbahagia dengan mereka, maka hari Ahad saatnya gantian dengan yang lain. Mumpung kumpul.

sambel welut pak sabar. foto by toni, hape fadli
sambel welut pak sabar. foto by toni, hape fadli

Setelah itu saya segera pulang untuk bersiap kembali ke perantauan. Dan mungkin beberapa bulan lagi, baru kembali pulang. Dalam perjalan pulang, ternyata, di kereta yang sama ada Mas Sigit (elins 09), Devi dan Oni (teladan51) yang sama-sama kembali ke perantauan, ke ibukota.

“Karena rindu juga butuh jeda, dan jeda untuk rindu, adalah bertemu”

Selain syawalan, acara nikahan teman pun bisa jadi ajang reuni yang cukup ampuh.

Sampai jumpa lagi, di lain nikahan.

#latepost

Advertisements

2 thoughts on “Kondangan : Reuni, dan Mudik yang singkat

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s