Belajar dari Ketoprak Cirebon


Ketoprak merupakan salah satu warisan kuliner favorit di Indonesia, khususon di Pulau Jawa. Dulu waktu kuliah, langganan saya dan rekan-rekan kampus ialah Ketoprak Lik Min yang terletak persis di sebelah SD di Sendowo. Kemudian sekarang, saat saya sedang menjalani misi di Tangerang, ternyata malah semakin banyak penjual ketoprak yang ada di sekitar tempat kos. Dan langganan saya ialah ketoprak cirebon yang hanya berjarak sekian langkah dari kos. Pernah sih nyobain ketoprak lain yang lebih jauh, namun tetap ketoprak cirebon ini yang paling pas. Selain rasa yang konsisten, bumbu yang mantap, jarak yang dekat pun menjadi alasan saya memilih ketoprak ini. Bahkan mas-mas delivery McD pun memilih berhenti di sini untuk mampir makan.

Beberapa bulan berlangganan ketoprak di sini, ada satu pelajaran moral yang dapat saya ambil. Ialah mengenai ekspektasi. Sejak awal saya selalu pesan ketoprak dengan level “sedang”. Bukannya takut pedas, saya hanya males kalau nanti tengah malam harus setor tunai terlalu dini karena efek kepedesan. Hingga pernah suatu ketika, saat saya pesan ketoprak level sedang dengan berekspektasi rasa pedas yang tak berlebih, ternyata rasanya malah terlalu pedas. Sudah beberapa kali terulang sampai saya harus menegaskan bahwa ‘sedang berarti cabe nya dikit’ kepada mas penjual ketoprak.

Pernah juga pada suatu hari, ketika saya sedang ingin merasakan nikmatnya makan pedas, saya pesan ketoprak dengan level pedas. Namun apadaya, sejak suapan pertama (sampai terakhir) ternyata rasa pedasnya malah sedang-sedang saja. Bahkan masih kalah pedas dengan chat di whatsapp yang hanya centang dua biru tanpa balasan. (Maaf, jangan tersungging, ini berdasar pengalaman teman. Kecuali anda teman saya yang saya maksud, ya maaf.)

Dari sini saya belajar, bahwa jangan terlalu berlebihan dalam ekspektasi. Seperti kata Ika natassaIt’s even said that expectation is the root of all dissapointment. ” , dan ditambah lagu Kunto Aji “mana mungkin hari ini terbuai ekspektasi tinggi jika tak berawal indah sampai akhirnya kau hancurkaan. Saaaakit..” .

Kalau kata saya sih,

“Berhati hatilah dalam berekspektasi, terlebih lagi mengenai hati”.

Advertisements

One thought on “Belajar dari Ketoprak Cirebon

  1. Pingback: Jenis Tempat Makan yang Laris – ferindra nugrahendi

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s