Belajar Memakai Kuda


(x) Dikejar (y) pakai kuda.
(x) Dikejar kuda.

Kalimat pertama berarti subjek (x) dikejar oleh objek lain implisit (y) yang memakai kuda sebagai kendaraan. Hal ini berarti kuda adalah kendaraan untuk mengejar seseorang. Sedang kalimat kedua kuda adalah objek yang mengejar subjek (x).

Beberapa hari terakhir saya menemukan gambar tersebut bertebaran di linimasa, tentu dengan maksud analogi terhadap ucapan Pak Ahok yaitu ‘Dibohongi pake Al Maidah’ yang oleh Buni Yani terdengar dan ter-transkrip menjadi ‘Dibohongi Al Maidah’. Dengan analogi dikejar kuda tersebut mereka bermaksud membela Pak Ahok dengan dasar adanya tambahan kata ‘pakai’ sehingga yang dimaksud berbohong ialah Penyampainya, bukan Al Maidah.

Jadi begini, dengan pernyataan demikian berarti beliau menyebut para ulama yang menyampaikan tafsir surat Al Maidah tersebut sebagai pembohong yang beralatkan ayat Qur’an. Bagaimana bisa seseorang yang tidak memahami Qur’an, mengatakan bahwa ulama, yang tentunya ilmunya mengenai tafsir Qur’an jauh lebih paham, sebagai seseorang yang membohongi umat. Menganggap seorang alim berbohong atas dasar ilmu yang dia miliki, berarti juga menganggap ilmu yang dipelajari seorang alim tersebut adalah kebohongan. Berbeda dengan kuda yang memang seekor hewan, yang tidak ada definisi pasti kegunaannya. Kuda dapat digunakan sebagai alat transportasi, kejar-kejaran, maupun sebagai hewan untuk dikonsumsi. Tentu permaknaan sebuah kalimat tak dapat serta merta dianalogikan dengan kalimat lain yang secara tata bahasa setara. Karena bisa saja secara makna jauh berbeda. (sebenarnya kesalahan analogi ini juga berlaku untuk semua, lebih baik jangan terpancing menggunakan analogi-analogi tak sesuai)

Jangan mudah dibohongi pakai ngasalogi. Ngasal analogi.

NB. Jadilah secerdas cerdas pembaca. Termasuk ketika membaca tulisan ini.

sumber gambar :
https://www.pinterest.com/lapequena01/horses/

Advertisements