JBR 02 : Vindicated. Survived.


*gegara liat ada akun IG bernama jbr02ugm yang akhir-akhir ini aktif upload foto, saya jadi teringat akan draft tulisan ini yang belum dipublish*

Hello, my name is aa – teteh KKN!

bersama guru karyawan sdn 2 panawangan

Pekan awal digunakan untuk mengenali medan. Survey jalan ke sekolah, fasilitas/perlengkapan belajar-mengajar sekolah. SD 1 (panawangan) jalan yang menanjak rata, SD 2 (cibogor) dengan jalan menanjak berbatu, SD 3 (salam-cigobang) yang akses paling mudah, SD 4 (sudimara) yang terjauh, serta SMPN 1 Panawangan yang terletak hanya sekian langkah dari pondokan subunit 1. Beberapa data tersebut nantinya kami gunakan untuk pertimbangan penyesuaian program, serta pembagian tugas sesuai jadwal dan lokasi. Survey ke sekolah kami lakukan bersama (ada perwakilan dari setiap subunit) karena setiap orang mengampu minimal lebih dari 1 sekolah. Pada beberapa hari berikutnya beberapa orang kembali survey di SD 2. Ialah saya, kevin, krisna, dan joko yang ketika survey melihat Pak Kepala sekolah dengan dibantu pak penjaga sekolah mengecat ulang dinding sekolah. Agar lebih ceria menyambut semester baru. Kamipun turun tangan membantu mereka menyelesaikan pengecatan. Lumayan, pemanasan menjelang pelaksanaan program perdana pekan depan.

Selain survei ke sekolah kami juga melakukan survei ke warga masing-masing dusun. Saya yang berada di subunit 3, dusun Cibogor, juga turut serta dalam survey warga ini. Tak seperti survey sekolahan, survey ke warga kami lakukan pada malam hari karena pada pagi-sore warga beraktivitas masing-masing (bekerja). Survey sekaligus perkenalan yang lebih personal kami lakukan door to door. Dari pak RT, pak Kadus, pak RW, serta pak ketua pemuda. Perkenalan, meminta izin untuk melaksanakan agenda, serta menanyakan kongruensi program yang kami susun dengan keadaan/kebutuhan warga. Sejauh ini sambutan beliau-beliau ini sangat baik dan siap diajak bekerjasama. Nice. Semoga hubungan baik ini terus bertahan.

Pekan kedua, KBM sudah mulai setelah libur semester. Hari pertama masuk sekolah, kami datang lebih awal karena ada upacara bendera. Berkenalan dengan murid-murid yang waktu itu masih malu-malu menyapa kami. Setelah itu kami masuk ruang guru, berkenalan dengan Bapak Kepsek, serta Bapak-Ibu Guru dan karyawan. Kami menjelaskan rencana program kerja kami serta meminta saran. Setelah itu kami juga masuk ke kelas masing-masing sesuai tanggungjawab. Kebetulan saya kebagian kelas V. (Eh, tapi di dunia ini tidak ada yang namanya kebetulan, ehe). Mencatat nama, absen, serta berkenalan agar lebih akrab. Dan di SD ini kami, mahasiswa KKN dipanggil Aa’ dan teteh.

Learning by sharing

Setiap anak KKN mengambil jumlah program utama (tema), program klaster, dan program lintas klaster. Dari sekian banyak program, program yang berada di lingkungan sekolah ialah Pembelajaran Bangun Ruang, Pembelajaran PowerPoint, Pengenalan Bahasa Jepang, Pelatihan komputer Guru, Pelatihan eCommerce, Lomba kebersihan kelas,. Dengan mengajar di sekolah dasar, justru kami yang belajar lebih banyak hal. Kami yang notabene mahasiswa non-pendidikan belajar mengenai manajemen, pembagian waktu, kesabaran, kreativitas, public speaking, juga belajar memahami anak. Dan kami memang seharusnya sudah tahu akan tantangan ini sejak saat memilih kelompok KKN bertemakan pendidikan. Program lain di sekolah ialah pembelajaran komputer untuk guru. Kami lakukan pembagian anggota, sebagian mengajari guru, sebagian lagi mengisi kelas yang ditinggal guru belajar komputer. Memang sebagian besar sudah dapat mengoperasikan komputer (Di sekolah juga tersedia 2 unit komputer dan 2 unit laptop dari dinas pendidikan) namun untuk beberapa hal spesifik seperti; membuat kop surat untuk amplop, formula-formula olah data di spreadsheet, serta maintenance dan utilities lainnya. Maka dari itu setiap malam harinya, kami selalu mempersiapkan beberapa hal; mempersiapkan materi/bahan ajar, menyelaraskan jadwal, menyusun jatah program bantu, membagi transportasi, dan kemudian diakhiri dengan turnamen PES atau nonton film bareng dengan LCD projector.

Selain program mengajar di sekolah ada juga program di luar sekolah. Program di luar sekolah yang saya ambil diantaranya diskusi parenting, pembuatan peta dusun, plangisasi, serta pembangunan fisik (bentuknya apa ditentukan belakangan). Hampir semua program memiliki cerita yang berkesan. Pada diskusi parenting, saya kebagian di dusun subunit 2 (dusun Salam dan Cigobang). Dan pada kedua dusun ini kami menyisipkan program pada forum pengajian Ibu-ibu. Tim diskusi parenting sub 2 ada saya, Gilang, dan Priscil. Bayangpun saja, kami yang masih muda, belum berkeluarga (apalagi memiliki anak), harus berbagi poin poin penting dalam pengasuhan anak di depan puluhan Ibu-ibu yang sudah memiliki anak entah berapa. Jelas dari diskusi tersebut kami-lah yang belajar banyak dari beliau. Dari pertanyaan-pertanyaan beliau mengenai realita yang ada dalam keluarga, khususon dalam pengasuhan anak.

seminar parenting kepada para parents oleh mahasiswa/i belum berkeluarga, di tengah rangkaian pengajian rutin

Ramadhan di Panawangan.

Waktu KKN kami bertepatan dengan bulan ramadhan 1434H. Sehingga selama sebulan penuh kami berpuasa sembari melaksanakan program KKN. Bahkan awal program kami berlangsung ketika puasa. Dan kali ini adalah Ramadhan pertama bagi saya di perantauan. Merupakan cerita tersendiri mengenai menjalani puasa di Panawangan, khususnya di pondokan subunit 3. Bagaimana kami bersiap melingkari nasi laukpauk dan segala camilannya di ruang tengah sejak satu jam menjelang adzan maghrib. Bagaimana salahdua dari kami mengalah keluar untuk membeli CFC (semacam Olive-nya panawangan) dengan sederet titipan “Paha atas, Paha bawah, Dada, Sayap, maupun Ati Ampela” dan kadang basreng (baso goreng +atom aida) yang mungkin setelah KKN usai akan muncul kisah “Teteh basreng naik umroh” karena dagangannya yang tiap sore dilarisi anak KKN. Tak lupa cerita bagaimana pada sholat tarawih perdana yang diwarnai adegan anak kecil kentut dengan nyaring dan tak segera mengaku, yang apesnya dia sholat tepat di sebelah saya. Sempat juga kami merasakan tradisi “tarling” atau tarawih keliling bersama pejabat desa. Sehingga kami dapat merasakan sholat tarawih berjamaah di setiap dusun. Pernah pada puasa hari ke sekian (entah lupa), kami diundang untuk menghadiri mabit bersama siswa SMPN 1 Panawangan. Kami hanya ikut menyimak kajian Islam, buka bersama, serta sahur bersama. Walau tidak semua ikut menginap di SMP karena harus menyiapkan program dan menjaga pondokan. Konflik intrik internal pun juga mulai muncul di bulan ini.

perbaikan gizi berkedok mabit di smpn panawangan

30 hari kami berpuasa, tibalah saat hari raya Idul Fitri. Beberapa dari kami ada yang cuti pulang karena rumahnya yang dekat, sedang sebagian orang lainnya tinggal dan merayakan Idul Fitri di perantauan tanpa kehadiran keluarga. Ya, meskipun kami sudah menganggap satu sama lain adalah keluarga. Suasana haru meliputi ketiga pondokan subunit sesaat setelah sholat idul fitri, yaitu ketika momen telpon orangtua di rumah. Setelah itu kami berkumpul di rumah Subunit 2, makanmakan, bersalamsalaman sambil bermaafmaafan. Beberapa hari setelahnya kami gunakan untuk silaturahim ke rumah warga serta guru dan kepala sekolah dasar. Alhamdulillah, insyaALlah mendapat berkah silaturahmi (dan perbaikan gizi broo).

silaturahmi lebaran di rumah Bu Nanik

Tak lama kemudian kegiatan belajar mengajar dimulai, pertanda kami harus memulai kembali program yang sempat tertunda. Keadaan di luar bulan ramadhan ternyata berbeda. Di ruang guru selalu disediakan makanan untuk kami dengan menu andalan ketupat panawangan yang guri-guri nyoy. Jajanan menggoda iman pun melimpah di sekolahan. Juga ajakan ngaliwet (makan bareng nasi-sayur-ikan hasil bumi sendiri) dari warga sekitar. Namun ternyata setelah ini masih ada pekerjaan berat menunggu kami. Dan semua masih tetap kami hadapi dengan penuh semangat. Seperti pesan Imam Syafi’i ;

“Berlelah-lelah lah, manisnya hidup akan terasa setelah lelah berjuang”

Masih belum berakhir..

Advertisements

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s