Apakah yang dimaksud dengan Software License ?


Android adalah sistem operasi yang bersifat open source.
Namun sudahkah kita tahu apakah itu opensource? Apakah opensource berarti software gratisan?
Software license (lisensi perangkat lunak) adalah perangkat hukum yang legal (bisa melalui kontrak tercetak maupun tidak) yang digunakan sebagai dasar regulasi pendistribusian software tersebut. Kalau kalian sering melihat simbol c dilingkari (© ) nah itu juga ada hubungannya dengan license. © / copyright adalah hak yang legal secara hukum bagi seseorang/sesuatu kelompok atas suatu produk dalam memproduksi, mendistribusi, dan menentukan lisensi atas produk tersebut. Jenis-jenis lisensi dalam konteks copyright (menurut Mark Webbink) ada Trade Secret, Propertiary, Protective FOSS, Non-Protective FOSS, dan Public Domain. ( FOSS = Free and Open Source Software. Free di sini berarti bebas, bukan gratis) Menurut beliau, urutan berdasarkan copyright nya begini :

23c627f4-1da6-434b-9bf7-d4ace09354ab

dari jenis tersebut, biasanya terbagi jadi dua yaitu Propertiary dan FOSS. Perbedaan kedua kubu ini terletak pada ijin/hak yang diberikan untuk memodifikasi ulang kode program. FOSS mengijinkan pengguna untuk memodifikasi ulang kode program dengan menyediakan source code nya (open source) sedangkan propertiary software tidak menyediakan source code programnya (closed source). Contoh untuk software dengan propertiary license : Windows, Adobe, Corel, Winamp (free), dan masih banyak lagi. Sedangkan contoh software dengan FOSS license ada GIMP, Inkscape, Linux kernel, android, MIUI.
Seperti yang saya tuliskan di atas, term Free pada FOSS bukan berarti gratis, melainkan bebas. Dan Free Software Foundation membuat diagram software berdasarkan lisensi yang berbeda-beda:

947e2464-e3a5-471c-845f-823a2a32e73f

FOSS sendiri biasanya dibagi menjadi dua secara garis besar: yaitu lisensi yang tidak memberikan banyak syarat untuk pendistribusiannya (permissive) , dan lisensi yang  bersyarat/protektif (copyleft). Copyleft berarti software yang dikembangkan menggunakan kode program tersebut baik dengan atau tanpa perubahan harus membebaskan penggunanya untuk memodifikasi program tersebut.  Contoh dari software dengan lisensi copyleft ialah yang berlisensi GNU GPL (General Public License). Tujuan lisensi ini ialah untuk memberikan kebebasan penuh pada pengguna, agar mereka bebas dalam mempelajari, memodifikasi, maupun mendistribusikan ulang program tersebut dengan syarat mereka tidak diperbolehkan membatasi akses pengguna lain terhadapnya.
FOSS pun memiliki banyak sekali jenis lisensi. Diantaranya adalah GNU GPLApache LicenseMITBSDDo What The ** You Want To Public License (WTFPL), dan masih banyak lagi lainnya. Untuk penjelasannya bisa dibuka masing-masing link nya ya 🙂
Lalu lisensi apa yang digunakan oleh android dan MIUI?
Ternyata setelah saya lihat di website resminya, Android memilih menggunakan apache license. Sedangkan MIUI saya belum menemukan di web nya tapi menurut wikipedia mereka juga menggunakan Apache License 2.0.
Menjadi sangat penting untuk melihat lisensi perangkat lunak ketika anda adalah seorang software developer yang membutuhkan library-library yang disediakan oleh pihak lain. Seperti yang beberapa hari lalu hangat dibahas mengenai lisensi React.js (framework javascript yang dibuat oleh developer facebook). Mereka menggunakan BSD+patent license, yang berarti anda tidak dapat melawan Facebook untuk patent yang mereka buat.
Demikian gan penjelasan secuplik mengenai software license. Jika ada koreksi/tambahan bisa dituliskan di bawah.
Advertisements

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s