Membangun aplikasi menggunakan Android Studio 2.1 (1)

Pada akhir pekan yang panjang ini, saya tertarik kembali mempelajari pembuatan aplikasi android. Terakhir mencoba sudah lama dulu masih memakai Eclipse IDE + Android SDT dan itupun masih menghitung luas segitiga. Dan sejak android meluncurkan IDE sendiri (Android Studio) , saya belum pernah benar-benar mencobanya. Install di laptop sudah pernah, tapi ya itu, dianggurkan saja.

Karena sudah lama sekali, maka saya lupa bagaimana dasar menggunakan android studio, cara debug langsung pada device androidnya. Kalau bahasanya (XML, Java) saya memang belum menguasainya. Bukan lupa. Ehe.

Oleh sebab itulah, kali ini, saya berusaha mendokumentasikan caranya agar kelak ketika lupa dapat membuka tulisan ini. Dan siapatau ada yang membutuhkan, semoga bermanfaat. Okesip.

Sebagai catatan, saya menggunakan Sistem operasi Ubuntu 16.04 LTS 32bit, Android Studio 2.1 (SDK lolipop dan marsmallow), serta device Xiaomi Mi4i untuk debug.

Pertama, pasang adb pada ubuntu dengan menggunakan commandline :

sudo apt-get install adb

Kemudian unduh android studio dari : https://developer.android.com/sdk/index.html

extract , dan letakkan pada /opt/ .

Jalankan dengan perintah

./opt/android-studio/bin/studio.sh

Akan muncul Android Studio Setup Wizard, untuk pengaturan awal aplikasi. Selesaikan proses tersebut.

Start new project

Isi semua field, dan pilih blank activity sebagai percobaan awal

pilih blank activity buat awal
pilih blank activity buat awal

ketika memilih minimum android version, sesuaikan dengan device kita (yang saya gunakan bersistem operasi Lolipop 5.0.2 , dan saya memilih Kitkat 4.4 pada minimum version)

Ketika selesai kita akan menemui tampilan editor android studio dengan default program Hello World.

tampilan IDE android studio
tampilan IDE android studio

Setelah itu coba jalankan pada device anda (ini yang sempat bermasalah) dengan klik Run, dan pilih device anda. Saat itu error message yang muncul adalah :

Unable to create Debug Bridge: Unable to start adb server: Unable to detect adb version, adb output: /Sdk/platform-tools/adb: 1: /Sdk/platform-tools/adb: Syntax error: “)” unexpected

Dari hasil bertanya dengan sesepuh google, saya menemukan jawaban di stackoverflow, bahwa masalah terletak pada platform-tools versi 23.1.0 pada Sistem Operasi Linux 32-bit. Yang perlu dilakukan ialah downgrade ke platform-tools versi 23.0.1 yang dapat diunduh dari https://dl-ssl.google.com/android/repository/platform-tools_r23.0.1-linux.zip

setelah selesai unduh, pindah file ke direktori sdk ( ~/Android/Sdk/ ) lalu rename folder platform-tools yang ada agar tidak conflict, kemudian unzip.

mv platform-tools_r23.0.1-linux.zip ~/Android/Sdk
cd ~/Android/Sdk
mv platform-tools platform-tools-notworking
unzip platform-tools-r23.0.1-linux.zip

Tutup program android studio, lalu jalankan lagi.

Buka project Helloworld yang sudah dibuat, lalu Run

dan voila! maka program akan dipasang pada device android yang terhubung dan dijalankan.

gelap

Diary Misteri – Teman Kasat Mata

Berawal dari ketertarikan dengan cerita diary mistery yang sedang hits di kaskus, saya jadi terinspirasi untuk menuliskan cerita yang berdasarkan pengalaman saya (walaupun tidak sefrontal cerita agan genta). Entah saya sudah menceritakannya berapa kali namun mungkin ada beberapa hal yang terlewatkan. Dalam kisah ini, tak seperti cerita-cerita pengalaman saya, saya menyamarkan nama beberapa teman saya agar tidak ada yang tersungging. Berikut kisahnya,

Pengalaman ini terjadi pada saat saya masih duduk di bangku kuliah sekitar semester 3 atau 4 (lupa) di Jogja. Saat itu malam hari, saya sedang melakukan rutinitas mahasiswa pada malam hari, bermain game. Hingga tiba-tiba ada benda bergerak sendiri di meja laptop saya. Saya mempause game, dan mencari benda tersebut yang ternyata hape saya yang bergetar. Setelah saya buka, ada pesan masuk berupa ajakan dari teman SMA, sebut saja Shampoo, untuk bermain ke salah satu tempat wisata di gunung kidul. Walaupun Shampoo sebenarnya kuliah di jakarta, namun saya saat itu tidak menaruh curiga. Karang konco dhewe. Dan juga disebutkan meeting point di rumah Juki, padahal setahu saya Juki juga masih menyandang status mahasiswa institut ternama di Bandung. Tanpa mempertanyakan kebenaran info tersebut saya mengiyakan ajakan mereka.

Hari yang ditentukan tiba. Saya bersiap seadanya dan kumpul dulu di tempat burjoan dekat sekolah bertemu teman yang searah untuk kemudian ke rumah Juki. Seingat saya ada Bembi, Sanur, Alfy, dan Dona. Dari keempat orang itu sebenarnya hanya Sanur yang kuliah di jogja, sedangkan Bembi di Solo, Alfy dan Dona di Jakarta. Saya jadi bertanya-tanya ada apakah gorengan sehingga mereka tiba-tiba di Jogja dan mengajak bermain. Namun waktu yang semakin siang mengalihkan rasa penasaran saya, karena kami sudah ditunggu di rumah Juki. Sampai di rumah Juki sudah ada 4 teman lain yang sudah menunggu. Makan sebentar lalu kami berangkat. Saat di piyungan (dekat perempatan) tiba tiba muncul sosok yang cukup mengagetkan kami. Setelah diamati lagi sosok itu teman kami (yang lagi-lagi kuliah di bandung), yaitu Asri. Syukurlah. Kemudian kami menuju ke tempat wisata yaitu sebuah air terjun yang saat itu cukup hits di kalanngan anak-anak MTMA.

Sesampainya di lokasi, kami tetiba disapa oleh teman kami, Udin. Entah sejak kapan dia berada di lokasi, karena seingat saya Udin tidak ikut kumpul di rumah Juki dan tidak disebutkan di sms Shampoo. Sekali lagi saya mengabaikan kejanggalan itu dan mencoba bergembira bersama teman-teman. Tujuan awal kami adalah air terjun, namun tempat yang dikunjungi pertama adalah GOA. Entah kenapa kami tibatiba ingin mengunjungi GOA yang kabarnya sempat digunakan sebagai tempat berunding menyusun rencana. Dan sebenarnya ada salahsatu kejanggalan lagi yaitu ketika Bembi berkata “wah pohon yang ini (pohon yang katanya pemandu berusia ratusan tahun) pasti yang nanem si Asri, soalnya seumuran” DEG . Apakah benar mereka (pohon ini dan Asri) seumuran? Kalau diliatlihat bisa saja sih. Ah tapi mungkin Bembi bercanda, karena memang dia kalau bercanda suka ngasal. Dan saya kembali mengabaikan hal itu.

Selesai berfoto, kami menuju air terjun. Tidak ada kejadian janggal di air terjun itu, kami hanya berfoto bersama (nanti akan saya sertakan HASIL dari foto ini) . Setelah itu kami pulang, dan terlebih dahulu transit di rumah Juki. Entah mengapa saat turun, jalan sangat macet. Sesampainya di rumah Juki, kami ber­leyehleyeh sejenak dan bercanda melepas lelah. Tertawa menceritakan hal-hal lucu selama perjalanan sambil ngemil dan wedangan. Tak terasa sudah semakin senja, dan tibatiba, mak jenggirat, saya seolah-olah terbangun dari mimpi. Entah bagaimana ceritanya saya sudah bersandar di salah satu kursi di rumah Juki dalam keadaan terbangun dari tidur. Dan setelah melihat sekeliling,  RUMAH JUKI SEPI! Padahal barusan saja tempat itu seolah ramai dengan suara tawa teman-teman. Juki pun tak terlihat. Saya mencoba menenangkan diri, minum segelas air yang tersedia. Mencoba memastikan bahwa piknik tadi bukan hanya mimpi, dan saya lakukan dalam keadaan sadar. Melihat pintu rumah Juki yang masih terbuka, saya keluar.Dan ternyata ada Juki di luar. Saya pun menanyakan keberadaan teman-teman,  mengapa tiba-tiba sepi. Jawaban yang disampaikan Juki ternyata mengejutkan saya, dan seakan saya tak percaya.

“Lagiwae do bali ndro, mau pas koe keturon”

WOLHA biangannya. Ternyata teman-teman SMA saya memang kasat mata, namun tipis.

Saya pun segera pamit pulang ke Juki (yang ternyata saat itu sedang liburan panjang antar semester. Pantesan do mulih).

Sekian kisah teman kasat mata dari saya, mohon maaf apabila ada yang tersungging. Jangan lupa berdoa sebelum tidur.

HASIL FOTO BERSAMA :

srii
hasilnya biasa saja, tak ada yang ganjil

Jenis Tempat Makan yang Laris

Waktu selo di weekend malam sehabis hujan ini akan saya isi dengan mengulas tentang tempat makan. Seperti pelajaran jaman sekolah kemarin, Pangan adalah salah satu dari tiga unsur kebutuhan primer manusia (sekarang kabarnya menjadi empat, dengan bertambahnya jaringan internet). Tak heran apabila bisnis/usaha makan-memakan tak pernah padam di belantika wirausaha nusantara. Dan pada zaman “mau makan apa? googling dulu deh” ini pun saya mengamati, terdapat beberapa jenis warung makan yang laris pengunjung. Pengamatan ini tak hanya di Jogja (walaupun hampir semua yang saya sebut jogja) karena saya sudah lama tak mengikuti perkembangan jajanan di kota sejuta kuliner ribuan.

Jenis pertama, tempat makan laris adalah tempat makan legendaris.

legend

Tak terbantahkan dong. Sudah sejak dahulu kala. Jauh sebelum ditemukannya media sosial. Ciri khas yang biasanya ada ialah foto mbah-mbah punggawa awal didirikannya warung itu, kemudian tempat makan yang seadanya namun mengajarkan kita apa artinya kenyamanan, kesempurnaan, ketertiban, dan kekenyangan, dan juga peralatan memasak yang masih otentik semisal tungku, gerabah, dsb. Tembok/dinding tempat makan yang  dihiasi hitam asap arang berkesan vintage namun alami. Beberapa contohnya ialah Gudeg pawon Janturan, Bakmi mbah mo mbantul, mangut lele Mbah Marto, ayam goreng Mbah Cemplung, dsb. Biasanya lagi, walau tempat tak begitu luas dan kadang mblusuk, namun tak jarang dijumpai mobil-mobil pengunjung parkir di sekitarnya. Menandakan bahwa makanan tersebut memang masuk ke segala kalangan.

Jenis kedua, tempat makan laris adalah tempat makan unik.

unik

dengan menganut salah satu prisnip dalam bertahan di dunia bisnis yaitu INOVASI, maka banyak bermunculan tempat makan unik nan kekinian. Keunikan bisa terdapat pada tempatnya, nama menunya, maupun makanannya. Ditambah dengan marketing yang mantap melalui sosmed, maka tempat makanan unik tersebut tak luput dari penjajak kuliner kekinian. Beberapa makanan yang menurut saya unik diantaranya adalah Rumah makan konsep penjara , konsep rumah sakit , es krim pot , moci eskrim , dan masih banyak lagi. Banyak yang berhasil mempertahankan (dan meningkatkan) konsumennya, namun ada pula yang hanya laris sesaat. Konsumen kebanyakan berupa remaja dan bapak/ibu yang belum terlalu tua yang masih memiliki rasa penasaran besar.

Jenis ketiga, tempat makan laris adalah tempat makan dengan tempat/pemandangan indah.

igabl

tak dapat dipungkiri lagi bahwa selain memenuhi kebutuhan jasmani akan asupan pangan, salahsatu/salahdua alasan masyarakat mencari tempat makan ialah memenuhi kebutuhan piknik atau refreshing. Juga kebutuhan akan posting gambar/foto selfi dengan background hits nan kekinian. Beberapa pengusaha cukup jeli memanfaatkan fenomena ini. Dan bahkan memang ada yang sengaja menata tempat makannya agar bisa dijadikan tempat foto prewed, foto buku kenangan, atau tempat resepsi pernikahan. Beberapa tempat makan yang menurut saya masuk kategori ini ialah Lemongrass Bogor, Secret Garden Jogja, Kebun teh ndoro donker, Nicole’s kitchen Bogor, dsb. Konsumen di sini juga beragam, dari anak muda sampai keluarga lengkap.

Kemudian jenis terakhir, tempat makan laris adalah tempat makan langganan/enak/murah

daily

Jenis ini sengaja saya jadikan satu karena parameter langganan , enak , dan murah setiap orang bervariasi nan subjektif. Misal saya, tempat makan di kategori ini ada bakmi jawa (ngasem, sabarmenanti, dan dekat rumah), mi ayam (tumini, sendowo, pak kliwon) ketoprak (lik min, cirebon), gudeg bu pardi, soto (bu cip, tamansari, pak soleh), ayam bakar/goreng (mas pri, kadipiro) angkringan (alkid, siswagraha, lik harjo, cuprek), “sate kere”, warung kopi, daaaan masih buanyak lagi. Saya juga yakin anda punya list banyak untuk kategori ini.

Jadi, dari kesekian tempat makan di atas, kamu mau makan di mana? yuk ku temenin

*sumber gambar:

http://jalanjogja.com/wp-content/uploads/2013/02/bakmi-jawa4.jpg..
http://yukplesir.com/wp-content/uploads/2016/01/YPGP3.jpg..
http://bantulmedia.com/wp-content/uploads/2015/05/mangut-lele-mbah-marto.jpg..
http://thefoodescape.com/wp-content/uploads/2014/03/DSCF8111.jpg..
http://hellobogor.com/wp-content/uploads/2015/07/IMG_0842.jpg..
http://blog.jamesadhitthana.com/wp-content/uploads/2016/01/JamesAdhitthana-SG2.jpg..
http://www.vitanona.com/wp-content/uploads/2015/11/Resep-Desert-Mochi-Ice-Cream-Kekinian.jpg..
http://damarsaloka.com/wp-content/uploads/2013/12/SAM_2019.jpg..
http://2.bp.blogspot.com/-W0hcBgDRv_U/U-hGrCWx5SI/AAAAAAAADj0/RTj1MHqx1zE/s1600/soto+pak+sholeh.jpg..

Ketika Diam (bukan lagi) Emas

Hingar bingar mengenai LGBT ini mulai menyeruak ke media major label ketika semua negara bagian di US melegalkan LGBT secara hukum, bulan Juni tahun 2015 lalu . Kemudian dunia maya ramai dengan warna-warni pelangi yang secara sepihak mereka jadikan simbol untuk mendukung LGBT serta tagar “love wins” . Jadi kasihan sama pelangi yang dijadikan simbol 😦

Kemudian secara perlahan, mulai muncul beberapa kubu di media dalam menanggapi LGBT ini. Kubu pro LGBT yang menganggap LGBT adalah wajar dan patut dilestarikan, kubu netral yang entah tidak menunjukkan sikap terhadap LGBT, serta kubu anti LGBT yang tak lelah menuliskan pesan/nasihat untuk para penderita LGBT. Dan tulisan saya ini sebenarnya lebih ditujukan kepada pembaca yang tidak menderita LGBT namun menganggap kampanye anti LGBT itu berlebihan. Percayalah, tak ada yang berlebihan di dunia ini, kecuali perasaanku padamu, dek.

Dari beberapa tulisan yang saya baca, LGBT (Lesbian Gay Bisexual Transgender) adalah suatu kelainan psikis yang terbentuk oleh beberapa faktor. Bagi yang masih menganggap LGBT adalah murni bawaan lahir dari gen kita, saya telah membaca beberapa tulisan, diantaranya tulisan di The Guardian ini. Sepintas membaca judulnya, tulisan tersebut seakan memastikan bahwa gay merupakan sifat manusia yang dibawa sejak lahir. Namun coba lebih berhatihati dan cermat dalam membaca, maka anda menemukan beberapa pernyataan yang menyebutkan bahwa pengaruh gen pada orientasi seksual seseorang sangat kecil, dan ada beberapa faktor luar lain yang berpengaruh yaitu budaya, didikan, serta lingkungan.[1]  Ingat. Dibaca sampai rampung ya, jangan nggantung, cukup status kita saja yang menggantung.

Beberapa kampanye LBGT baik secara terang-terangan maupun tersembunyi (subliminal) pun mulai marak. Diawali dengan peresmian LGBT dan simbol pelangi yang bertebaran di dunia maya, tokoh-tokoh film/serial yang berperilaku Gay/Lesbian, sticker/emoticon menyimpang pada media sosial, dan lain sebagainya. Bagi sebagian orang mungkin menganggapnya sepele, dan tidak perlu dirisaukan. Namun justru itulah yang diharapkan. Kampanye tersembunyi tersebut menjadi cara mereka untuk menyisipkan subliminal stimuli/subliminal message. Karena salah satu cara mengirimkan pesan ke ‘alam bawah sadar’ manusia, ialah mennampilkan (secara terus menerus) sesuatu hal yang tersembunyi, atau nampak namun penonton/pembaca tidak menyadari hal tersebut. When subliminal stimuli exert an influence on us it’s said to be an unconscious influence, meaning it’s an influence we’re not consciously aware of. [2] . Namun, apakah subliminal stimuli tersebut memang mampu mempengaruhi perilaku kita secara tidak sadar? Menurut Pakdhe Ian Zimmerman Ph.D, bisa. Seperti tulisan beliau di kanal PsychologyToday yang saya kutip : “That said, subliminal stimuli and consciously detectable stimuli could influence our behavior without our knowledge when they’re used right.“.

Itu masih bahaya dari pesan tersembunyi, belum yang terang-terangan. Pesan yang disampaikan secara terang-terangan pun juga mulai bermunculan. Walaupun baru beredar di sekitaran blog maupun sosial media, namun hal ini tetap perlu diwaspadai. Mengingat sekarang kita hidup pada zaman di mana anak kecil pun sudah pandai googling, sampai lagu Bimbo pun saya rasa akan berganti judul ‘Ada anak bertanya pada mbah Google…’

Kembali ke kampanye, jadi sebenarnya kampanye anti LGBT itu marak karena kampanye LGBT yang semakin marak (walaupun sejauh yang saya tahu belum  secara terang-terangan di media mainstream seperti tv nasional, koran, radio). Sehingga jikalau kampanye tersebut dibiarkan, akan menjadi viral, dan hal itu cukup berbahaya untuk kita, terlebih lagi untuk mereka yang masih dibawah umur. Maka, wajar jika memang diperlukan kampanye anti LGBT (yang isinya pemahaman untuk masyarakat tentang kelainan/bahaya LGBT). Baik berupa aksi, iklan layanan, maupun tulisan. Namun hal yang perlu diingat, bahwa pengaruh tulisan/penyampaian opini akan dapat dirasakan apabila cara menyampaikannya memang tepat. Seperti Henry Fonda pada film 12 Angry Men, bagaimana dia bisa mengubah polaritas keputusan 11 juri dengan pendapatnya yang berdasar riset yang sangat mendalam tentang kasus tersebut namun disampaikan dengan tenang dan tegas.
Akhir kata, di saat keadaan sudah seperti ini, saya rasa diam sudah bukan lagi emas. Kecuali diam mu adalah Diam Sastrowardoyo. Ah, mbak Cinta..

Referensi:

[1] Rahman, Qazi Dr. “Gay genes’: science is on the right track, we’re born this way. Let’s deal with it.“.  24 Juli 2015.  https://www.theguardian.com/science/blog/2015/jul/24/gay-genes-science-is-on-the-right-track-were-born-this-way-lets-deal-with-it

[2] Zimmerman, Ian Ph.D. “Subliminal Ads, Unconscious Influence, and Consumption“. 09 Juni 2014. https://www.psychologytoday.com/blog/sold/201406/subliminal-ads-unconscious-influence-and-consumption

Tutorial: Komunikasi arduino menggunakan RS485

Tutorial kali ini mengenai komunikasi antara dua buah arduino menggunakan modul RS485. Sebenarnya saya juga merujuk dari tutorial lain berbahasa inggris di sini . RS485 merupakan salahsatu modul komunikasi half duplex, secara serial. Half duplex berarti mampu mengirim atau menerima data pada jalur yang sama, namun bergantian (satu arah dalam satu waktu). Modul RS485 memiliki 8 pin yaitu Vcc, GND, A&B, DE, RE, DI, dan RO. Pada tutorial ini saya menggunakan Arduino Uno dan Leonardo, 2 buah modul RS485, serta 16 kabel jumper, dan sebuah breadboard.

Modul RS485

Rangkaiannya seperti berikut :

rangkaian di fritzing
rangkaian di fritzing

– Pin DI (data in) ke pin 11 Arduino sebagai TX software serial (kabel putih)
– Pin RO (receive out) ke pin 10 Arduino sebagai RX software serial (kabel jingga)
– Pin DE (data enable) dan RE (receive enable) dijumper dan dihubungkan ke pin 3 Arduino (kabel hijau)
– Pin A dan B (RS485 pair) dipasangkan kedua modul RS485 (kabel biru & kuning)
– Vcc dan GND dihubungkan (kabel merah dan hitam)

Modul RS485 ini dihubungkan dengan port serial arduino. Jika arduino yang digunakan hanya memiliki satu port serial (yang dihubungkan ke serial monitor PC), makan gunakanlah software serial (salah satu library arduino yang dapat menggunakan pin digital sebagai port serial).

Kemudian programnya ada 2, masing-masing untuk master dan remote. Program arduino dapat membuka 2 sketch dalam waktu yang sama, namun perhatikan PORT communication yang digunakan. Setelah kedua program diupload ke masing-masing perangkat, pilih port komunikasi dengan master lalu buka serial monitor. Ketikkan suatu karakter maka karakter itu akan dikirim melalui RS485 ke device remote untuk kemudian dikembalikan ke master dan ditampilkan di layar serial monitor.

arduino uno dan leo - RS485 (abaikan bunga)
arduino uno dan leo – RS485 (abaikan bunga)

Kode program Arduino Master :

/* YourDuino SoftwareSerialExample1
   - Connect to another Arduino running "YD_SoftwareSerialExampleRS485_1Remote"
   - Connect this unit Pins 10, 11, Gnd
   - Pin 3 used for RS485 direction control
   - To other unit Pins 11,10, Gnd  (Cross over)
   - Open Serial Monitor, type in top window. 
   - Should see same characters echoed back from remote Arduino

   Questions: terry@yourduino.com
 *edited:
 - addded filter
*/

/*-----( Import needed libraries )-----*/
#include <SoftwareSerial.h>
/*-----( Declare Constants and Pin Numbers )-----*/
#define SSerialRX 10 //Serial Receive pin
#define SSerialTX 11 //Serial Transmit pin

#define SSerialTxControl 3 //RS485 Direction control

#define RS485Transmit HIGH
#define RS485Receive LOW

#define Pin13LED 13

/*-----( Declare objects )-----*/
SoftwareSerial RS485Serial(SSerialRX, SSerialTX); // RX, TX

/*-----( Declare Variables )-----*/
int byteReceived;
int byteReceivedSerial;
int byteSend;

void setup() /****** SETUP: RUNS ONCE ******/
{
 // Start the built-in serial port, probably to Serial Monitor
 Serial.begin(9600);
 Serial.println("YourDuino.com SoftwareSerial remote loop example");
 Serial.println("Use Serial Monitor, type in upper window, ENTER");

 pinMode(Pin13LED, OUTPUT); 
 pinMode(SSerialTxControl, OUTPUT); 

 digitalWrite(SSerialTxControl, RS485Receive); // Init Transceiver 

 // Start the software serial port, to another device
 RS485Serial.begin(4800); // set the data rate 

}//--(end setup )---

void loop() /****** LOOP: RUNS CONSTANTLY ******/
{
 digitalWrite(Pin13LED, HIGH); // Show activity
 if (Serial.available())
 {
 byteReceivedSerial = Serial.read();

 digitalWrite(SSerialTxControl, RS485Transmit); // Enable RS485 Transmit 
 RS485Serial.write(byteReceivedSerial); // Send byte to Remote Arduino

 digitalWrite(Pin13LED, LOW); // Show activity 
 delay(10);
 digitalWrite(SSerialTxControl, RS485Receive); // Disable RS485 Transmit 
 }

 if (RS485Serial.available()) //Look for data from other Arduino
 {
 digitalWrite(Pin13LED, HIGH); // Show activity
 byteReceived = RS485Serial.read(); // Read received byte
 if ((byteReceived == byteReceivedSerial) && (byteReceived != NULL))
 {
 Serial.write(byteReceived); // Show on Serial Monitor
 delay(10);
 digitalWrite(Pin13LED, LOW); // Show activity 
 }
 } 

}//--(end main loop )---

/*-----( Declare User-written Functions )-----*/

//NONE
//*********( THE END )***********

Kode program Arduino Remote

/* YourDuino SoftwareSerialExample1Remote
   - Used with YD_SoftwareSerialExampleRS485_1 on another Arduino
   - Remote: Receive data, loop it back...
   - Connect this unit Pins 10, 11, Gnd
   - To other unit Pins 11,10, Gnd  (Cross over)
   - Pin 3 used for RS485 direction control   
   - Pin 13 LED blinks when data is received  
   
   Questions: terry@yourduino.com 
   *edited:
   - addded delay
*/

/*-----( Import needed libraries )-----*/
#include <SoftwareSerial.h>
/*-----( Declare Constants and Pin Numbers )-----*/
#define SSerialRX        10  //Serial Receive pin
#define SSerialTX        11  //Serial Transmit pin

#define SSerialTxControl 3   //RS485 Direction control
#define RS485Transmit    HIGH
#define RS485Receive     LOW

#define Pin13LED         13

/*-----( Declare objects )-----*/
SoftwareSerial RS485Serial(SSerialRX, SSerialTX); // RX, TX

/*-----( Declare Variables )-----*/
int byteReceived;
int byteSend;

void setup()   /****** SETUP: RUNS ONCE ******/
{
  // Start the built-in serial port, probably to Serial Monitor
  Serial.begin(9600);
  Serial.println("SerialRemote");  // Can be ignored
  
  pinMode(Pin13LED, OUTPUT);   
  pinMode(SSerialTxControl, OUTPUT);  
  
  digitalWrite(SSerialTxControl, RS485Receive);  // Init Transceiver
  
  // Start the software serial port, to another device
  RS485Serial.begin(4800);   // set the data rate 
}//--(end setup )---


void loop()   /****** LOOP: RUNS CONSTANTLY ******/
{
  //Copy input data to output  
  if (RS485Serial.available()) 
  {
    byteSend = RS485Serial.read();   // Read the byte 
    
    digitalWrite(Pin13LED, HIGH);  // Show activity
    delay(10);              
    digitalWrite(Pin13LED, LOW);   

    if(byteSend != NULL)
    {
      digitalWrite(SSerialTxControl, RS485Transmit);  // Enable RS485 Transmit    
      delay(10);
      RS485Serial.write(byteSend); // Send the byte back
      delay(10);   
      digitalWrite(SSerialTxControl, RS485Receive);  // Disable RS485 Transmit      
    } 
//    delay(100);
  }// End If RS485SerialAvailable
  
}//--(end main loop )---

/*-----( Declare User-written Functions )-----*/
//NONE

//*********( THE END )***********

Contoh di atas hanyalah sebagai dasar untuk mengetahui cara kerja komunikasi menggunakan RS485. Untuk penerapannya, komunikasi menggunakan RS485 ini dapat digunakan untuk beberapa buah arduino sebagai remote/client dengan maksimum jarak/panjang kabel 1200 meter dengan kecepatan maksimum 20Mbps. Cocok untuk diaplikasikan dalam sebuah sistem sensor network.

Dalam komunikasi menggunakan RS485, setiap perangkat harus secara bergantian mengirim, dan menerima. Seperti bagaimana manusia berkomunikasi seharusnya. Bahwa agar tercipta suatu komunikasi yang baik, maka harus ada yang berperan sebagai pendengar yang setia dan pembicara yang jelas.

Sekian tutorial mengenai komunikasi arduino menggunakan modul RS485.  Jika ada yang hendak ditanyakan bisa melalui kolom komentar di bawah. Semoga bermanfaat.

*sumber:

https://arduino-info.wikispaces.com/RS485-Modules
http://arduino-info.wikispaces.com/SoftwareSerialRS485Example
https://www.arduino.cc

 

Belajar dari Ketoprak Cirebon

Ketoprak merupakan salah satu warisan kuliner favorit di Indonesia, khususon di Pulau Jawa. Dulu waktu kuliah, langganan saya dan rekan-rekan kampus ialah Ketoprak Lik Min yang terletak persis di sebelah SD di Sendowo. Kemudian sekarang, saat saya sedang menjalani misi di Tangerang, ternyata malah semakin banyak penjual ketoprak yang ada di sekitar tempat kos. Dan langganan saya ialah ketoprak cirebon yang hanya berjarak sekian langkah dari kos. Pernah sih nyobain ketoprak lain yang lebih jauh, namun tetap ketoprak cirebon ini yang paling pas. Selain rasa yang konsisten, bumbu yang mantap, jarak yang dekat pun menjadi alasan saya memilih ketoprak ini. Bahkan mas-mas delivery McD pun memilih berhenti di sini untuk mampir makan.

Beberapa bulan berlangganan ketoprak di sini, ada satu pelajaran moral yang dapat saya ambil. Ialah mengenai ekspektasi. Sejak awal saya selalu pesan ketoprak dengan level “sedang”. Bukannya takut pedas, saya hanya males kalau nanti tengah malam harus setor tunai terlalu dini karena efek kepedesan. Hingga pernah suatu ketika, saat saya pesan ketoprak level sedang dengan berekspektasi rasa pedas yang tak berlebih, ternyata rasanya malah terlalu pedas. Sudah beberapa kali terulang sampai saya harus menegaskan bahwa ‘sedang berarti cabe nya dikit’ kepada mas penjual ketoprak.

Pernah juga pada suatu hari, ketika saya sedang ingin merasakan nikmatnya makan pedas, saya pesan ketoprak dengan level pedas. Namun apadaya, sejak suapan pertama (sampai terakhir) ternyata rasa pedasnya malah sedang-sedang saja. Bahkan masih kalah pedas dengan chat di whatsapp yang hanya centang dua biru tanpa balasan. (Maaf, jangan tersungging, ini berdasar pengalaman teman. Kecuali anda teman saya yang saya maksud, ya maaf.)

Dari sini saya belajar, bahwa jangan terlalu berlebihan dalam ekspektasi. Seperti kata Ika natassaIt’s even said that expectation is the root of all dissapointment. ” , dan ditambah lagu Kunto Aji “mana mungkin hari ini terbuai ekspektasi tinggi jika tak berawal indah sampai akhirnya kau hancurkaan. Saaaakit..” .

Kalau kata saya sih,

“Berhati hatilah dalam berekspektasi, terlebih lagi mengenai hati”.

Klasifikasi angkot

Tak bisa dipungkiri, pada beberapa wilayah di Indonesia, angkutan kota (angkot) menjadi primadona transportasi umum para warga. Seperti dulu waktu di Bandung, serta sekarang waktu di Tangerang, ke mana-mana naik angkot masih terjangkau daerahnya. Dan penumpang pun tak hanya didominasi kaum ibu-ibu ke pasar maupun anak sekolah. Para karyawan perkantoran, mahasiswa kampus ternama pun banyak yang memanfaatkan angkot sebagai sarana transportasi menuju kantor, kampus, maupun sekedar hangout di mall.

Beberapa bulan tinggal di Tangerang (dan sesekali main ke Jakarta) ini, saya menemukan beberapa jenis angkot, yang dapat saya klasifikasikan sebagai berikut:

1. Angkot biasa

dsc03531
angkot biasa

adalah angkot yang biasa. Kondisi mobil biasa, interior juga normal-normal saja. Pengemudi biasanya orang lokal. Angkot ini merupakan salah satu angkot yang lumayan nyaman untuk penumpang.

2. Angkot veteran

angkot-3-e1414673847442
angkot biasa

adalah angkot yang sepertinya sudah ada sejak perang mahabarata. Nampak luar, cat sudah mengelupas, dan beberapa bagian malah sudah berkarat. Nampak dalam kursi sudah agak sobek, serta busa kursi yang bahkan kalah tebal sama yang bersayap. Juga biasanya berkarat di beberapa spot. Beberapa angkot veteran mengeluarkan bunyi kemlothak seakan ada baut yang mau lepas, walaupun jalanan halus. Sedang kalau dilihat asap knalpot sudah sangat pekat. Akan lebih lengkap lagi pabila ada ibu-ibu membawa ikan asin dua baskom. Sensasinya tak tergambarkan.

3. Angkot Mulus

AngkotC01
angkot biasa

adalah angkot yang masih mulus seperti dedek JKT48 . Nampak luar cat masih baru, masih mulus. Entah armadanya emang baru, atau memang sangat terawat. Nampak dalam pun demikian, kursi dengan busa yang masih empuk, dan jendela masih dapat dibuka-tutup.

3. Angkot Kustom:

a. Angkot Kustom Bob Marley:

Uniknya Modifikasi Angkot di Kota Padang
angkot rastafaria

adalah jenis angkot kustom yang berkiblat pada penyanyi reggae asal jamaika. Cat mobil diberi nuansa warna bendera rastafari (Hijau – Kuming – Merah). Namun demikian cat itu hanya sedikit entah di beberapa spot, karena mereka tetap harus menonjolkan warna identitas angkot masing-masing agar tak membingungkan calon penumpang. Audio dengan bass subwoofer wajib terpasang, dengan playlist lagu-lagu reggae. Bahkan rasanya shock mobil akan mentul-mentul mengikuti bit musik reggae.

b. Angkot Kustom Dangdut

tumblr_nib95pcNfF1qbjd7uo1_500
angkot biasa

sebenarnya angkot biasa, namun dengan audio yang menggema (beberapa bahkan terdengar sangat keras dari kamar kos tiap angkot itu lewat). Dan kadang terpasang LCD 18” di belakang untuk memutar videoklip lagu-lagu dangdut.

c. Angkot galak

image0248

merupakan jenis angkot modif dengan asesoris dalam yang didesain sebisa mungkin menyerupai sebuah bar. Di bagian belakang terpajang beberapa botol wedang galak* ternama sekelas JD, JW, Chivas Regal, dan kawannya. Entah isinya bensin eceran, minyak jlantah, madu, atau apapun itu saya belum mengkonfirmasi. Selain interior, biasanya berbagai jenis asesoris disematkan pada bagian luar mobil mereka entah bumper depan tambahan, garnish, atau apapun itu jenisnya. Dan juga biasanya angkot kustom jenis ini juga dilengkapi audio set yang menggelegar.

Meski ada beberapa jenis, sepengamatan saya, penumpang tak begitu memilih jenis angkot yang dinaiki. Mereka lebih memperhatikan jumlah penumpang dalam angkot, sudah penuh berhimpit, atau masih ada ruang selo untuk duduk. Karena kebanyakan sopir berteriak masih kosong , masuk pak/bu, masih kosong , sementara isinya sudah penuh.

Demikian pemaparan saya tentang jenis-jenis angkot. Setelah beberapa bulan tinggal di Tangerang (tanpa membawa kendaraan pribadi) , dan memanfaatkan angkot sebagai salah satu transportasi utama (yang akhir-akhir ini mulai tergeserkan oleh ojek online ). Jika ada yang menemui jenis angkot lain dapat ditambahkan.

Sumber gambar:

http://s1081.photobucket.com/user/ekranoplane/media/AngkotC01.jpg.html

http://www.bekasibusiness.com/2014/10/30/2015-ratusan-angkutan-umum-di-bekasi-dimusnahkan/

http://www.pelangiholiday.com/2014/03/uniknya-modifikasi-angkot-kota-padang.html

https://danummurik.wordpress.com/2010/10/12/surat-dari-padang-1/

http://infobdg.tumblr.com/post/108329638246/angkot-kebon-kalapa-ledeng-bandung-keren

http://www.sewarga.com/wp-content/uploads/2015/11/dsc03531.jpg

[*] wedang galak adalah istilah dalam bahasa jawa untuk menyebut minuman keras

 

Distorsi Literasi

Hampir sepekan berlalu sejak peristiwa ledakan dan baku tembak terjadi di Sarinah. Peristiwa yang bermula dari ledakan di pos polisi, kemudian disusul ledakan lain di sekitarnya, dan kemudian diakhiri dengan baku tembak antara polisi dengan para pelaku. Peristiwa yang langsung membuat gempar seisi tanah air itu bahkan tak luput membuat orang tua saya di rumah (Jogja) segera menelpon dan menanyakan kabar berikut ledakan-ledakan yang terjadi di Jakarta, begitu beliau melihat liputannya di televisi. Posisi saya di Tangerang, yang terpaut 33 Km atau dibutuhkan waktu 1,5 jam naik kendaraan roda empat (tanpa macet) bagi para pelaku untuk kabur dan bersembunyi di kolong meja kerja saya. Yha, namanya juga anak kesayangan. Namun saya tidak akan membahas hubungan Ibu anak yang tak lekang oleh waktu.

Informasi mengenai ledakan tersebut saya peroleh pertama kali dari grup chatting (sebut saja WA) sekitar pukul 11.07 (berselisih 27-37 menit sejak peristiwa ledakan pertama) Kemudian grup yang lain mulai menyusul kehebohan dan kepanikan mengenai peristiwa ini. Beberapa informasi penting pun dapat mudah disebarkan, diantaranya mengenai Evakuasi gedung, baku tembak pasca ledakan, maupun keberadaan pelaku yang masih belum tertangkap. Namun, entah dari siapa asalnya, apa tujuannya, mulailah muncul info-info lain bertubi-tubi tanpa literasi jelas. Hanya bersanad “rowahu grup sebelah”. Kecurigaan terhadap info tersebut muncul ketika ada broadcst mengenai adanya “teroris hijau dengan AK47 menembaki membabi buta naik motor trail”. Sedang sesaat setelah itu ada broadcast yang isinya sama, hanya kali ini “teroris” berubah menjadi “terios”. Nah. Teroris hijau dan Terios hijau? God. I thought Bruce banner was visiting Sarinah.

terios hijau, atau teroris hijau
terios hijau, atau teroris hijau

Kemudian info lain beredar mengenai ledakan di Palmerah, Kuningan, Slipi, Semanggi, serta 45 bom yang telah disebar. Bayangkeun saja, 45 bom? Dan yang mengejutkan lagi, info bahwa pelaku sudah sampai alam sutra dan terjadi ledakan. Wow.  Alam sutra, Tangerang masih dalam jangkauan gojek dari kantorku (jarak kurang dari 20 km). Dan ternyata, dapat info dari seseorang yang benar-benar berada di lokasi bahwa tidak ada bom sama sekali di Alsut. Hingga akhirnya polisi merilis info resmi bahwa ledakan hanya terjadi di sarinah . Dan juga beredar info agar kita menghindari warung makan American branded karena itulah yang jadi sasaran pelaku (berdasarkan ledakan pertama terjadi di Starbucks). But, hey, apakah pelaku sendiri yang menyebarkan sasaran mereka? Kalau ini hipotesis, harusnya disusun setelah melihat pola, dan untuk dapat disebut pola, harus berulang lebih dari satu. Lah ini, baru starbucks yang cocok, lalu langsung pada percaya kesimpulan seperti itu (?)

“Kan kami bermaksud baik” , “Kami hanya khawatir dan berniat membantu, selagi kami TAK ADA di lokasi” , “Biar pada hati-hati” , dan sedereetan alasan serupa mungkin akan keluar jika para penyebar informasi itu ditanyai mengenai tujuan mereka langsung menyebarkan info “Dari temennya temenku di grup sebelah”. Padahal pesan itu sudah ribuan kali ter-copy paste persis seperti itu. Temen siapa dan sebelahnya siapa, hingga saat ini masih misteri.

Dari sinilah nampak bahwa kita masih sangat kurang mengutamakan yang bernama Literasi Informasi. Padahal kuliah empat tahun tentu kita diajarkan untuk selalu memiliki dasar/sumber jelas atas teori/dalil/rumus yang kita gunakan. Namun pada prakteknya, informasi bersanad “grup sebelah” pun dengan entengnya kita sebarkan ke grup sebelah lagi. Sabarlah. Kalau memang info itu bukan benar-benar dari relasi yang kamu kenal (atau minimal tahu nama/relasi sumber berita itu dengan temanmu di grup sebelah) jangan langsung sebarkan. Ini tentu bukan pertama kalinya info “dari grup sebelah” tersebar saat terjadi suatu peristiwa. Dulu sebelum jaman group chat, waktu gempa besar di Jogja pun begitu. Sesaat setelah gempa terjadi, berbondong bondong orang berlarian. Yang dari selatan ke utara sambil teriak “Air sudah sampai desa sebelah!!” , dan yang dari utara ke selatan sambil berteriak “Merapi meletus” . Alhasil mereka dipertemukan di tengah kota, dan entah bagaimana akhirnya. Dan juga info-info hoax lain diluar peristiwa semisalKandungan babi pada eskrim mak-tum ” , “jackie chan meninggal dunia”, “udang dan vitamin C”, dan masih banyak lagi informasi dengan literasi yang terdistorsi tersebar luas melalui gawai-gawai kita.

Maka dari itu saya sekaligus mengajak diri saya dan anda sekalian, om tante, pakde budhe. Bagi kita, yang sudah dimudahkeun dengan gawai canggih ini, setidaknya kroscek dulu informasi yang hadir. Alurnya kurang lebih demikian;

flowchart cmiiw
flowchart cmiiw

Semoga bermanfaat. (fn)

Sedikit tambahan mengenai menyebarkan kabar dusta secara tergesa gesa:

Dan dalam sabda Nabi yang shahih :

التأني من الله والعجلة من الشيطان

“Ketenangan/tidak tergesa-gesa dari Allah dan ketergesaan dari syaitan”

Al-Hasan berkata : المسلم وقاف حتى يتبين

“Seorang muslim berhenti hingga ia mencari kejelasan”. Dan diantara bentuk keselamatan yang besar dan keamanan yang sempurna adalah selamatnya seorang muslim dari tenggelam dalam menyebarkan berita-berita dusta dan isu-isu yang tidak benar. [*]

Sumber gambar :

http://japanautomobiles.blogspot.co.id/2009/10/daihatsu-terios-kiri-japan-automobiles.html
http://www.allposters.com/-sp/Hulk-Marvel-Avengers-Assemble-Lifesize-Standup-Posters_i9705912_.htm
http://misaramirez.com/
http://www.gunsandweapons.net/

Sumber lain:

[*] : https://www.firanda.com/index.php/artikel/khutbah-jum-at-masjid-nabawi-terjemahan/691-bahaya-menyebarkan-isu

Summit series : papandayan

Jadi berawal dari ajakan teman lawas jaman sma yang juga sedang mencari nafkah di Jakarta (Ma’ruf) untuk naik papandayan. Rencana awal waktu longweekend di tahun baru, namun karena ada yang mudik, ditundalah pendakian itu pada tanggal 9-10 Januari kemarin. 4 orang yang pada akhirnya berangkat ialah saya, ma’ruf, oki (teman kuliah ma’ruf), dan indra (teman kost ma’ruf).

Hari Sabtu pagi kami berangkat dari kost ma’ruf naik taksi menuju Kampung rambutan. Sampai sana, kami cari bus jurusan garut, loading barang (carrier) dan sarapan. Tarif bis jurusan jakarta (kp rambutan) – garut (terminal) ialah Rp 52.000. Bis berangkat sekitar pukul 9 pagi, melalui tol cipularang. Sampai terminal garut sekitar jam 2 siang. Makan siang, lalu cari angkot menuju cisurupan dan turun di dekat indomaret (depan gapura masuk kawasan Gn. Papandayan).Tarif angkot berkisar di antara Rp 20.000 – Rp 30.000 dengan waktu tempuh 30-45 menit. Dari sana kami cari ojek untuk sampai ke basecamp david (camp pendaftaran untuk para pendaki). Tarif ojek naik rata-rata Rp 35.000. Setelah itu kami mendaftarkan diri (membayar uang retribusi Rp 7.500 per orang) dan segera melakukan pendakian.

base camp david
base camp david
masih seger seger sebelum mendaki. cekrek
masih seger seger sebelum mendaki. cekrek

Pendakian dimulai sekitar pukul 16.45. Jalan dengan tempo sedang, kami terpisah 2-2 (saya dengan indra, dan ma’ruf dengan oki).

tebing terjal di samping kawah belerang
tebing terjal di samping kawah belerang
ketika kemiringan jalur mulai berkurang
ketika kemiringan jalur mulai berkurang

Kami sampai di pos 2 (wajib lapor untuk para pendaki). Berhenti sejenak, mendengarkan musik, menikmati teh panas dan gorengan. Malam segera tiba, dan tibatiba kabut tebal menghmpiri. Kami memutuskan untuk segera naik ke pondok saladah (camp ground). Tiba di pondok saladah sekitar pukul 18.48 dan sudah banyak tenda yang didirikan di sana. Kami memilih spot tanah (agak) datar di bawah pepohonan (agar tak terlalu dingin). Sebenarnya di lapangan ada spot luas, namun sepertinya kurang cocok karena terlalu terbuka (angin dan dingin pasti leluasa menusuk tulang kalo di sana). Kemudian kami segera mendirikan tenda, lalu memasak. Menu malam itu ialah nasi + 3 bungkus indomie + 1/2kaleng sarden. Setelah itu, sebelum beristirahat, kami menuju ke toilet untuk menuntaskan kewajiban jasmani. Dan ternyata toilet di sana cukup terawat. Jadi ga perlu khawatir ketika tiba-tiba harus menunaikan hajat, cukup sedia uang minimal 2000 rupiah sebagai donasi perawatan. Setelah ngobrol ngalor ngidul, sekitar jam 12 malam kami pun tidur.

Beberapa kali saya terbangun sebelum alarm berbunyi. Bukan karena dingin (di dalam tenda lumayan hangat, terlebih udah pake kaoskaki – jaket – kupluk – sleepingbag), melainkan karena tanah yang keras dan kurang rata. Resiko ngecamp nyempil di bawah pepohonan. Hingga alarm sebenarnya berbunyi, kami bangun dan bergantian ke toilet. Setelah itu agar tidak kembali terlelap, kami memasak air biar mateng, dan menyeduh kofimiks. Segelas kehangatan ditengah dinginnya pagi di papandayan, “maka nikmat Tuhanmu manakah yang kau dustakan?”

suasana camp ground pagi berkabut
suasana camp ground pagi berkabut
masak sarapan
masak sarapan

Setelah itu kami memasak sarapan dengan menu : nasi+kornet telur+sarden+Saos sambal belibis. Pokoke wareg, karena sarapan itu buat bekal kami naik ke tegal alun sampai turun lagi ke camp david dan kembali ke terminal. Selesai sarapan kami packing, melipat tenda, flysheet, dan tak lupa menyatukan sampah dalam trashbag (leave nothing but footprint!). Selesai packing kami menitipkan tas ke salahsatu warung dan menuju ke tegal alun.

Karena kami berempat belum ada yang pernah ke papandayan sebelumnya, maka mencari track nya asal. Pokoknya asal ada jalan mendaki. Mengingat waktu yang semakin siang, maka tujuan kami hanyalah tegal alun dan hutan mati.

“Udah, gausah ke pumcak, waktunya ga cukup ntar. Tegal alun trus balik aja”

Hampir satu jam di jalan yang terus mendaki di tengah pepohonan rimbun. Hingga akhirnya,

lah, puncak?
lah, puncak?

ternyata malah sampai puncak. That awkward moment ketika summit, tapi sampai puncak malah bingung. “lah udah puncak?” 😐

Setelah tanya ke pendaki lain ternyata ada rute lain menuju tegal alun dan hutan mati yang katanya waktu tempuh hanya 10-20 menit dari puncak. Langsung kami menaikkan tempo.

Hingga akhirnya, Tegal Alun! Edelweis! Kami berhenti, ngemil ngemil, ngobrolngobrol, fotofoto, dan bahkan berdiskusi mengenai kesalahan peta petunjuk.

bunga edelweis!
bunga edelweis!
tegal alun. cekrek!
tegal alun. cekrek!
hamparan edelweis
hamparan edelweis
*mas tolong fotoin* *cekrek*
*mas tolong fotoin* *cekrek*
"nah kita tu tadi harusnya lewat sini trus kesini" | "iyo, tapi menurutku peta ini salah deh. puncaknya harusnya sebelah sini"
“nah kita tu tadi harusnya lewat sini trus kesini” | “iyo, tapi menurutku peta ini salah deh. puncaknya harusnya sebelah sini”

Saat meninggalkan tegal alun, saya sempat melihat ada tapak kaki binatang (entah macan kecil, atau apa, yang jelas bukan babi hutan yang katanya masih ada di sini)

Kemudian tak jauh dari tegal alun kami pun tiba di Hutan Mati! Konon katanya hutan mati terbentuk karena erupsi gunung papandayan tahun 2002 silam, yang laharnya membunuh semua vegetasi yang dilewatinya.

vegetasi mati di hutan mati
vegetasi mati di hutan mati

Setelah itu kami menuruni hutan mati dan sampai di pondok saladah, tempat camp. Ternyata inilah rute yang seharusnya dilewati, dengan jalan yang lebih datar dan santai. Jadi sebenarnya kami tadi mengitari gunung, melewati semacam shortcut menuju puncak, dengan jalan yang lebih mendaki tak santai.

Kami lalu ke warung untuk mengambil tas, dengan sedikit jajan ke warung tsb. Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan turun. Sekitar jam 1 siang kami sampai di camp david dan segera mencari angkutan turun. Sempat berdebat sedikit dengan tukang ojek, kami akhirnya naik pickup turun (tapi saya terlanjur naik ojek sih, duluan). Tarif ojek turun lebih murah yaitu sekitar 20-25ribu rupiah. Lalu kami sudah ditunggu angkot untuk kembali ke terminal. Kali ini semua penumpang angkot ialah pendaki, maka dari itu tas carrier diletakkan di atas angkot (ada kurang lebih 12 tas carrier) diikat. Di tengah jalan sempat turun hujan, namun untungnya carrier yang saya pakai sudah terlindungi raincover. Dan tiba-tiba ada penumpang yang teriak “pak tasnya jatuh satu pak”.

angkot langganan pendaki ke terminal
angkot langganan pendaki ke terminal

Setelah saya lihat ternyata tas saya yang jatuh 😐 untung ngga ada barang rawan pecah di dalam. Setelah mengikat tas lagi dengan kencang, angkot pun melanjutkan perjalanan, dengan kecepatan yang sedikit menurun. Sampai terminal jam 3 kurang, mampir masjid, mampir beli nasi bungkus, lalu segera naik bis jurusan jakarta lebak bulus. Perjalanan hampir 6 jam dan akhirnya sampai di terminal pasar rebo. Karena sudah terlalu larut, saya dan oki yang tinggal di luar jakarta (tangerang dan bekasi) menginap di kosan ma’ruf dan pulang keesokan paginya.

BerWisata: Refreshing atau sekedar Posting ?

Belum ada sebulan semenjak hebohnya bunga di kebun bunga amarilis yang terinjak-injak bahkan tertiduri pengunjung, muncul beberapa kasus lagi yang serupa. Yaitu mengenai taman lampion di Kaliurang yang menurut kabar, beberapa rangkaian kabel putus karena terinjak pengunjung yang hendak berfoto. Serta, yang lebih parah, mengenai ambruknya salah satu jembatan gantung di Aceh yang dikarenakan berlebihan muatan. Usut punya usut, terjadinya muatan berlebih tersebut dikarenakan para pengunjung yang ingin berfoto dengan latar belakang pemandangan, memaksa masuk tanpa menghiraukan peringatan maksimal jumlah beban.

Memang, saat ini banyak alasan yang membuat hal itu terjadi. Diantaranya kepuasan tersendiri pabila dapat memperoleh hasil foto diri dengan pose/ latar yang indah. Kepuasan tersebut kebanyakan dinilai dari jumlah like postingan di sosial media. Saya tak tahu apakah kebutuhan akan pengakuan/penghargaan dari orang lain ini termasuk dalam salah satu poin dari teori kebutuhan maslow. Pada tulisan saya sebelumnya mengenai fenomena amarilis, saya lebih menengah, melihat dari beberapa sisi; sisi pengunjung, pemilik tempat/wahana, serta sisi netizen sebagai pengamat (dan banyak penghujat). Mencoba untuk tidak terlalu heboh dengan perusakan itu. Namun melihat fenomena-fenomena serupa lain, akhirnya saya tergoda untuk sedikit heboh, serta heran. Sebegitunya kah kebutuhan mereka akan foto berlatar belakang pemandangan indah. Esensi dari berwisata saat ini mungkin adalah menemukan spot terbaik untuk mengambil foto, tentunya dengan foto diri sendiri, untuk kemudian dibagikan di sosial media. Tak ada lagi (ada namun sedikit) orang-orang yang berwisata murni untuk melepas penat, bercandan dengan teman dan keluarga, atau mungkin merenung untuk mentadabburi keindahan ciptaanNya.

Tentu tidak salah mengabadikan momen-momen liburan di tempat yang bagus. Karena slogan yang terkenal di tempat wisata alam adalah “Take nothing but picture, leave nothing but footprint, kill nothing but time”. Namun yang perlu diperhatikan adalah bahwa ketiga syarat dalam slogan tersebut bersifat konjungsi. Di mana ketiganya harus bernilai benar.

But if you either take picture, kill time, but leave trash; or take picture, leave nothing, but kill flowers/electric circuit/other visitor, then you break the rule.

Lagipula saya pun hampir selalu berbekal kamera (entah pocket camera atau kamera smartphone) ketika bermain ke suatu tempat. Intinya, boleh sangat berfoto ataupun selfie. Dan saya tak terlalu peduli jikalau anda berwisata hanya untuk foto-foto atau eksistensi semata. Namun, saya hanya minta tolong, berfotolah yang tidak destruktif. Selfie pun sebenarnya tak salah, yang salah adalah pemilihan tempat (di tengah-tengah bunga, di tengah-tengah rangkaian kabel/lampu) atau waktu (ketika jembatan sudah hampir mencapai beban maksimal).

Your Trip, Your Adventure, Your Responsibilities.