Wang Sinawang

Dua kata ajaib. Filosofi luhur orang jawa. Hingga saat ini saya masih belum menemukan padanan kata yang tepat dalam bahasa Indonesia untuk ungkapan ini. Mungkin jika dalam bentuk kalimat yang lebih spesifik misal “Urip iki wang sinawang” dapat dialihbahasakan menjadi “Hidup itu semu/fatamorgana”. Teuteup aneh sih.

Jika diejawantahkan pengertian dari filosofi itu bahwa segala sesuatu dalam hidup orang lain itu kita hanya mengetahui sebatas apa yang kita lihat. (Sinawang dari kata dasar sawang atau dalam bahasa ialah lihat). Banyak sekali kasus seseorang yang merasa kehidupan orang lain jauh lebih nikmat dibandingkan kehidupannya sendiri. Dan dampaknya dia sering mengeluh, tidak pernah bersyukur atas kehidupannya dan iri terhadap kehidupan orang lain. Padahal dia tidak tahu apa yang harus dialami oleh orang lain tersebut. Don’t compare your life to others. You have no idea what they’ve been through!

Intinya bersyukur. Tetap berusaha tapi jangan lupa bersyukur.

edisi NTMS

setelah sekian lama tidak menulis

Advertisements

Futsal Elins 2010

Tulisan ini adala hasil dari renungan pengisi jeda waktu antara subuh hingga waktu tidur siang. Ketika sedang kangen-kangennya futsal. Salah satu nilai tambah (dari sekian banyak kekurangan) dari kuliah dengan teman jurusan yang mayoritas laki-laki adalah tak susah mencari rekan bermain dengan hobi yang sama : Futsal. Di Elins, yang terdiri dari dua kelas A dan B ini, cukup banyak yang jago, bisa, hobi, maupun sekedar senang bermain futsal. Saya masih ingat futsal angkatan kami pertama ialah sesaat setelah daftar ulang dan ngobrol bareng di stand panitia EP (makrab elins), saat itu kami lalu berinisiatif : ayo futsal! Dan jadilah kami yang hanya ber-10an ini futsal satu jam di JG futsal (dekat Moehi). Saat itu ada ibel, wiji, yogik, fingga, piska, sawi, boi, ade, dan lainnya entah siapa saya lupa. Dan setelah mulai kuliah kami juga semakin sering futsal. Berikut adalah 2 tim futsal elins 2010 yang kan saya bahas.

1. Futsal Elins B 2010

Seperti yang sudah saya katakan bahwa elins terbagi menjadi 2 kelas, A dan B. Saya berada di kelas B dengan beberapa teman yang juga gemar futsal. Kami cukup sering mengadakan futsal persahabatan dengan tim jurusan/kampus lain. Karena jumlah kami cukup banyak (bisa 2 tim) maka kami tidak mengajak kelas A dengan pertimbangan agar jatah bermain per orangnya lebih banyak. Meski begitu kami juga tak jarang main bareng seangkatan (kelas A&B). Lawan mahasiswa FTP, FIB, Matematika, TI, hingga alumni smada pun kami pernah. Dan berikut formasi terbaik tim ini versi saya:

GK : Anggi

Mahasiswa asal jawa timur ini memiliki reflek yang baik dengan keberainan untuk menubruk bola di depan. Masalahnya adalah dia sering mangkir latihan, dan kadang berhalangan hadir saat turnamen.

Belakang :

Aditya Nur

Mahasiswa paling senior dalam tim ini memiliki kelebihan berupa speed dan body charge. Permainan keras dengan intersep yang tegas menjadikannya salah satu bek yang selalu saya hindari kalau jadi lawan.

Dhewa

Pemain yang dulu sempat agak sedikit tempramental ini memiliki kelebihan dalam marking pemain, intersep, serta ball keeping yang memadahi. Meski akhir-akhir kuliah kecepatan berlari menurun seiring massa yang bertambah. haha

Playmaker :

Miftahudin

Kapten tim, pengatur serangan, memiliki kelebihan dalam speed, dribbling, ball keeping, shooting, serta umpan umpan kunci.

Striker :

Gong Matua

Kecepatan, dribbling, serta tembakan yang akurat menjadi alasan untuk menempatkan pemain tempramental ini di tim inti.

Super-sub :

Syafrizal (GK)

Lincah dan memiliki reflek yang baik, namun kurang berani menubruk bola lepas. Namun tetap dapat diandalkan terlebih ketika anggi berhalangan hadir.

Putro (Bek)

Marking dan ball keeping yang bagus, walau kadang kurang tenang dalam memberikan umpan dan intersep.

Owedas

Bisa ditempatkan di belakang, maupun di tengah bersama playmaker. Memiliki umpan yang bagus.

Ferindra

Pernah menjadi playmaker, juga tak jarang bermain di depan. Dominan kaki kiri.

Tyas

Striker dengan kemampuan ball keping dan tembakan yang bagus, meski akhir-akhir kuliah kecepatan berlari menurun (seperti dhewa). Haha

Izzulmakin

Striker,memiliki kecepatan dribbling yang baik memanfaatkan kaki panjang serta tembakan yang terarah membuatnya bisa diandalkan di depan.

Ardi

Striker, memiliki tembakan yang terarah serta ball keeping yang baik, hanya jarang ikut serta dalam friendly match.

Ade

Striker, oportunis. Kelebihan yang jarang dimiliki striker lain di tim ini yaitu positioning. Tak perlu lama memegang bola, hanya cukup berada di tempat yang pas pada waktu yang tepat.

Iqro

Bisa bermain di segala lini. Walaupun nalurinya sebagai penyerang. Sering mengelabuhi lawan, dengan teknik ball keeping yang diluar ekspektasi lawan (dan kawan). Style kostum yang khas membuat penampilannya selalu dinanti penonton.

futsalb
futsal elins b 2010

2. Futsal Turnamen resmi Elins2010

Elins 2010 juga pernah berpartisipasi dalam beberapa turnamen tingkat mahasiswa yang diadakan oleh hima-hima lain di ugm. Dan karena saya pernah beberapa kali diikutsertakan dalam kesebelas daftar pemain itu maka saya juga akan menuliskan skuat tim ini. Tim yang merupakan gabungan kelas A dan B.

GK : Mas Nurdin

Panjang tangan, reflek cepat, serta tanpa ragu menubruk bola bebas membuat beliau memang sangat bisa diandalkan di bawah mistar.

Belakang :

Satria

Tinggi, marking, dan body charge menjadi kemampuan pemain ini. Selain itu tendangan jarak jauh yang keras dan terarah juga kadang memecah kebuntuan tim.

Yogy

Ball keeping, umpan terarah, marking, menjadi keunggulan pemain yang kebetulan juga menjadi ketua angkatan elins2010. Bisa juga diletakkan di posisi tengah/playmaker.

Tengah : Gamma

Dribbling, ball keeping, umpan terarah, serta tendangan keras menjadi kunci ketua HMEI ini ketika di lapangan. Dia juga jadi pengatur permainan a.k.a. playmaker

Depan : Aziz

Kecepatan dribbling, positioning, finishing, menjadi andalan pemain yang sekarang menimba ilmu di tanah kelahiran Park Ji Sung ini. Pengatur strategi ketika di luar lapangan, dan kapten di lapangan (lali aku, kapten e biasane ayiz po yogik)

Supersub :

Cesar (GK)

Postur tubuh yang besar tak mengurangi kelincahannya, justru menguntungkan karena mempersempit celah di gawang. Dapat diandalkan ketika mas nurdin berhalangan.

Miftah

Di tim ini miftah pernah dimainkan sebagai pemain belakang.

Mukli

Kecepatan dan dribbling menjadi kelebihan pemain yang sering ditempatkan di depan. Namun juga bisa ditempatkan sebagai pemain tengah atau playmaker dengan kreativitasnya

Gong Matua

Peran yang sama, sebagai pemain depan.

Ferindra

Pernah dimainkan di depan bersama aziz ketika formasi 2 – 2, pernah juga di belakang bersama sawi. Demam panggung ketika turnamen resmi.

Fingga

Lincah, kecepatan dribbling, menjadi kelebihan pemain ini. Hanya saja kadang tak bisa hadir ketika latihan maupun pertandingan.

Karena sa gapunya foto tim ini, maka lampirkan film angkatan saja ( ada adegan futsal angkatan yang terekam beberapa detik):

Kurang lebih begitulah kedua tim yang dapat saya jabarkan. Sebenarnya ada tim lagi yaitu tim kelas A (bermain saat Elins Competition, turnamen internal elins), tim bscmp, maupun tim mafia (jarang latihan sendiri, lebih senang guyub dengan tim lain).

Beberapa tim ini bukan merupakan perpecahan internal elins 2010, hanya saja karena banyak yang suka main futsal sedangkan dalam satu tim futsal maksimal pemain hanya 5 orang, ya, mau bagaimana lagi. Itupun sebenarnya masih banyak yang belum disebutkan. Kesel bro, sori ya.
Jadi, kapan futsal lagi ?

Civil War: Bubur Ayam Diaduk vs Bubur Ayam Tidak Diaduk

Bubur ayam adalah bubur yang diberi potongan daging ayam, kacang kedelai, daun bawang, krupuk, (beberapa ada) cakwe, kuah rasa-rasa, kecap, dan topping opsional (sate usus/telur/ati) di atasnya. Akhir-akhir ini menu sarapan saya sering didominasi oleh bubur ayam. Karena tidak terlalu mengenyangkan namun sudah mencakup nutrisi yang dibutuhkan seperti karbohidrat, gula, protein, dan lainnya[2] .

Selain sebagai menu sarapan, bubur ayam juga akhir-akhir kemarin menjadi menu perdebatan, pertikaian yang berpotensi memecah belah perdamaian. Yaitu mengenai cara memakan bubur ayam apakah diaduk terlebih dahulu baru dimakan atau langsung dimakan begitu saja. Sebenarnya mengapa dapat muncul perbedaan ini? Dan mengapa mereka sangat memegang teguh prinsip masing-masing dalam hal diaduk atau tidak? Coba kita simak penjelasan berikut.

buryamtd
gambar bubur ayam lengkap sebelum diaduk

Tidak diaduk

Bagi para pemegang teguh prinsip “Bubur ayam tidak perlu diaduk dulu, langsung dimakan” , mereka menganggap penting penampilan dari sebuah makanan. Beberapa orang memang memiliki selera makan yang dipengaruhi oleh tampilan makanan. Bukannya mengabaikan rasa, justru dengan melihat tampilan bubur yang masih beraturan, menambah selera makan dan juga secara psikis menambah rasa nikmat pada bubur tersebut. Beberapa penelitian, salahsatunya yang dibahas pada laman the guardian ini bahwa tampilan dan penyajian makanan dapat mempengaruhi kenikmatan makan [1]. Dan dengan tidak mengaduk bubur ayam terlebih dahulu dapat membiasakan kita berlaku dengan adil, yaitu ketika menyendok bubur dengan ayam serta kacang sedemikian sehingga pada akhirnya tidak ada bubur yang tertinggal sendirian tanpa lauk.

Diaduk

Sedangkan bagi para pemegang teguh prinsip “Bubur ayam diaduk dulu baru dimakan” , mereka mengabaikan hal-hal yang berkaitan dengan tampilan makanan atau food presentation. Kaum ini termasuk kaum yang tidak terlalu memperhatikan tampilan suatu makanan, khususnya bubur ayam. Bagi mereka makan bubur ayam hanyalah sebagai menunaikan kewajiban mengisi perut tanpa berpikir ndakik-ndakik tentang food presentation atau apalah itu. Mereka juga tak sempat menyendok lauk sedikit-demi sedikit sehinngga memilih mencampuradukkan semuanya secara merata. *tak ada gambar bubur ayam setelah diaduk, karena saya termasuk dalam kubu bubur ayam tidak diaduk*

Dengan penjelasan tersebut nampak bahwa kedua kubu memiliki alasan yang mengakar kuat untuk tetap berpegang teguh pada prinsip masing-masing. Jadi jangan sampai perpecahan umat terjadi hanya karena perbedaan bubur ayam diaduk atau tidak diaduk. Dewasalah dalam menyikapi perbedaan.

*PS: Jangan terlalu serius bacanya, kesehatanmu lho dek.

Referensi :

[1] Davis, N. “Food presented artistically really does taste better”, The Guardian : Food Science, 20 Juni 2014. https://www.theguardian.com/science/2014/jun/20/food-presented-artistically-taste-salad-kandinsky

[2] http://www.fatsecret.co.id/kalori-gizi/umum/bubur-ayam?portionid=5260588&portionamount=1,000

BacaBuku : Kambing dan Hujan, oleh Mahfud Ikhwan

“Subuhnya tak pakai qunut”, kata Mif. ” Tak apa kan?”
Fauzia tersenyum dan mengangguk. “Tapi wiridnya yang panjang, ya? Keraskan sedikit bacaannya, biar aku bisa mengamini doamu.
Mif tersenyum dan mengangguk, untuk kemudian mengangkat takbir. (hlmn. 365-366)

Sungguh hari itu ingin melepas penat dengan membeli buku baru. Sudah mencari referensi dari internet dan sosial media, menemukan sebuah buku. Ketika sampai di Toko Buku, menemukan buku tersebut dan mengambil yang sudah terbuka. Sepintas membaca, kok rasanya kurang sreg dengan isinya. Mungkin lain kali saja baca buku itu. Jalan-jalan keliling beberapa rak buku, sempat mengambil buku-membaca sinopsis-dan mengembalikannya. Hingga ditemukanlah saya dengan buku berjudul ‘Kambing dan Hujan’ ini. Awalnya tertarik dari melihat desain sampulnya (yes. cover design does matter). Ditambah lagi adanya embel-embel ” juara sayembara menulis novel DKJ 2014″. Kemudian saya pun bertanya sinopsisnya kepada simbah-simbah. Iya, mbah google. Yang ternyata buku tersebut bercerita mengenai roman dua insan yang ditengarai perbedaan pendapat Nahdliyin dan Muhammadiyah. Seems unique.

aaand voila!

Kesannya: ceritanya mengalir namun meninggalkan bekas.

Penulis benar benar mencoba menyampaikan perselisihan tersebut dari sudut pandang orang ketiga (netral, tak berpihak) sehingga banyak gurauan-gurauan mengenainya cukup seimbang. Dan juga, spoiler alert ternyata kisah romansa Mif dan Zia sejatinya tak terhalang oleh perbedaan pendapat saja namun mengenai gengsi antara kedua bapak mereka, Is dan Mat. Is dan Mat adalah sahabat sangat erat sejak kecil. Dan kisah masa muda Is dan Matt lah, yang menurut saya, sangat membekas.

Pesannya: dewasalah dalam menyikapi perbedaan.

Membangun aplikasi menggunakan Android Studio 2.1 (1)

Pada akhir pekan yang panjang ini, saya tertarik kembali mempelajari pembuatan aplikasi android. Terakhir mencoba sudah lama dulu masih memakai Eclipse IDE + Android SDT dan itupun masih menghitung luas segitiga. Dan sejak android meluncurkan IDE sendiri (Android Studio) , saya belum pernah benar-benar mencobanya. Install di laptop sudah pernah, tapi ya itu, dianggurkan saja.

Karena sudah lama sekali, maka saya lupa bagaimana dasar menggunakan android studio, cara debug langsung pada device androidnya. Kalau bahasanya (XML, Java) saya memang belum menguasainya. Bukan lupa. Ehe.

Oleh sebab itulah, kali ini, saya berusaha mendokumentasikan caranya agar kelak ketika lupa dapat membuka tulisan ini. Dan siapatau ada yang membutuhkan, semoga bermanfaat. Okesip.

Sebagai catatan, saya menggunakan Sistem operasi Ubuntu 16.04 LTS 32bit, Android Studio 2.1 (SDK lolipop dan marsmallow), serta device Xiaomi Mi4i untuk debug.

Pertama, pasang adb pada ubuntu dengan menggunakan commandline :

sudo apt-get install adb

Kemudian unduh android studio dari : https://developer.android.com/sdk/index.html

extract , dan letakkan pada /opt/ .

Jalankan dengan perintah

./opt/android-studio/bin/studio.sh

Akan muncul Android Studio Setup Wizard, untuk pengaturan awal aplikasi. Selesaikan proses tersebut.

Start new project

Isi semua field, dan pilih blank activity sebagai percobaan awal

pilih blank activity buat awal
pilih blank activity buat awal

ketika memilih minimum android version, sesuaikan dengan device kita (yang saya gunakan bersistem operasi Lolipop 5.0.2 , dan saya memilih Kitkat 4.4 pada minimum version)

Ketika selesai kita akan menemui tampilan editor android studio dengan default program Hello World.

tampilan IDE android studio
tampilan IDE android studio

Setelah itu coba jalankan pada device anda (ini yang sempat bermasalah) dengan klik Run, dan pilih device anda. Saat itu error message yang muncul adalah :

Unable to create Debug Bridge: Unable to start adb server: Unable to detect adb version, adb output: /Sdk/platform-tools/adb: 1: /Sdk/platform-tools/adb: Syntax error: “)” unexpected

Dari hasil bertanya dengan sesepuh google, saya menemukan jawaban di stackoverflow, bahwa masalah terletak pada platform-tools versi 23.1.0 pada Sistem Operasi Linux 32-bit. Yang perlu dilakukan ialah downgrade ke platform-tools versi 23.0.1 yang dapat diunduh dari https://dl-ssl.google.com/android/repository/platform-tools_r23.0.1-linux.zip

setelah selesai unduh, pindah file ke direktori sdk ( ~/Android/Sdk/ ) lalu rename folder platform-tools yang ada agar tidak conflict, kemudian unzip.

mv platform-tools_r23.0.1-linux.zip ~/Android/Sdk
cd ~/Android/Sdk
mv platform-tools platform-tools-notworking
unzip platform-tools-r23.0.1-linux.zip

Tutup program android studio, lalu jalankan lagi.

Buka project Helloworld yang sudah dibuat, lalu Run

dan voila! maka program akan dipasang pada device android yang terhubung dan dijalankan.

gelap

Diary Misteri – Teman Kasat Mata

Berawal dari ketertarikan dengan cerita diary mistery yang sedang hits di kaskus, saya jadi terinspirasi untuk menuliskan cerita yang berdasarkan pengalaman saya (walaupun tidak sefrontal cerita agan genta). Entah saya sudah menceritakannya berapa kali namun mungkin ada beberapa hal yang terlewatkan. Dalam kisah ini, tak seperti cerita-cerita pengalaman saya, saya menyamarkan nama beberapa teman saya agar tidak ada yang tersungging. Berikut kisahnya,

Pengalaman ini terjadi pada saat saya masih duduk di bangku kuliah sekitar semester 3 atau 4 (lupa) di Jogja. Saat itu malam hari, saya sedang melakukan rutinitas mahasiswa pada malam hari, bermain game. Hingga tiba-tiba ada benda bergerak sendiri di meja laptop saya. Saya mempause game, dan mencari benda tersebut yang ternyata hape saya yang bergetar. Setelah saya buka, ada pesan masuk berupa ajakan dari teman SMA, sebut saja Shampoo, untuk bermain ke salah satu tempat wisata di gunung kidul. Walaupun Shampoo sebenarnya kuliah di jakarta, namun saya saat itu tidak menaruh curiga. Karang konco dhewe. Dan juga disebutkan meeting point di rumah Juki, padahal setahu saya Juki juga masih menyandang status mahasiswa institut ternama di Bandung. Tanpa mempertanyakan kebenaran info tersebut saya mengiyakan ajakan mereka.

Hari yang ditentukan tiba. Saya bersiap seadanya dan kumpul dulu di tempat burjoan dekat sekolah bertemu teman yang searah untuk kemudian ke rumah Juki. Seingat saya ada Bembi, Sanur, Alfy, dan Dona. Dari keempat orang itu sebenarnya hanya Sanur yang kuliah di jogja, sedangkan Bembi di Solo, Alfy dan Dona di Jakarta. Saya jadi bertanya-tanya ada apakah gorengan sehingga mereka tiba-tiba di Jogja dan mengajak bermain. Namun waktu yang semakin siang mengalihkan rasa penasaran saya, karena kami sudah ditunggu di rumah Juki. Sampai di rumah Juki sudah ada 4 teman lain yang sudah menunggu. Makan sebentar lalu kami berangkat. Saat di piyungan (dekat perempatan) tiba tiba muncul sosok yang cukup mengagetkan kami. Setelah diamati lagi sosok itu teman kami (yang lagi-lagi kuliah di bandung), yaitu Asri. Syukurlah. Kemudian kami menuju ke tempat wisata yaitu sebuah air terjun yang saat itu cukup hits di kalanngan anak-anak MTMA.

Sesampainya di lokasi, kami tetiba disapa oleh teman kami, Udin. Entah sejak kapan dia berada di lokasi, karena seingat saya Udin tidak ikut kumpul di rumah Juki dan tidak disebutkan di sms Shampoo. Sekali lagi saya mengabaikan kejanggalan itu dan mencoba bergembira bersama teman-teman. Tujuan awal kami adalah air terjun, namun tempat yang dikunjungi pertama adalah GOA. Entah kenapa kami tibatiba ingin mengunjungi GOA yang kabarnya sempat digunakan sebagai tempat berunding menyusun rencana. Dan sebenarnya ada salahsatu kejanggalan lagi yaitu ketika Bembi berkata “wah pohon yang ini (pohon yang katanya pemandu berusia ratusan tahun) pasti yang nanem si Asri, soalnya seumuran” DEG . Apakah benar mereka (pohon ini dan Asri) seumuran? Kalau diliatlihat bisa saja sih. Ah tapi mungkin Bembi bercanda, karena memang dia kalau bercanda suka ngasal. Dan saya kembali mengabaikan hal itu.

Selesai berfoto, kami menuju air terjun. Tidak ada kejadian janggal di air terjun itu, kami hanya berfoto bersama (nanti akan saya sertakan HASIL dari foto ini) . Setelah itu kami pulang, dan terlebih dahulu transit di rumah Juki. Entah mengapa saat turun, jalan sangat macet. Sesampainya di rumah Juki, kami ber­leyehleyeh sejenak dan bercanda melepas lelah. Tertawa menceritakan hal-hal lucu selama perjalanan sambil ngemil dan wedangan. Tak terasa sudah semakin senja, dan tibatiba, mak jenggirat, saya seolah-olah terbangun dari mimpi. Entah bagaimana ceritanya saya sudah bersandar di salah satu kursi di rumah Juki dalam keadaan terbangun dari tidur. Dan setelah melihat sekeliling,  RUMAH JUKI SEPI! Padahal barusan saja tempat itu seolah ramai dengan suara tawa teman-teman. Juki pun tak terlihat. Saya mencoba menenangkan diri, minum segelas air yang tersedia. Mencoba memastikan bahwa piknik tadi bukan hanya mimpi, dan saya lakukan dalam keadaan sadar. Melihat pintu rumah Juki yang masih terbuka, saya keluar.Dan ternyata ada Juki di luar. Saya pun menanyakan keberadaan teman-teman,  mengapa tiba-tiba sepi. Jawaban yang disampaikan Juki ternyata mengejutkan saya, dan seakan saya tak percaya.

“Lagiwae do bali ndro, mau pas koe keturon”

WOLHA biangannya. Ternyata teman-teman SMA saya memang kasat mata, namun tipis.

Saya pun segera pamit pulang ke Juki (yang ternyata saat itu sedang liburan panjang antar semester. Pantesan do mulih).

Sekian kisah teman kasat mata dari saya, mohon maaf apabila ada yang tersungging. Jangan lupa berdoa sebelum tidur.

HASIL FOTO BERSAMA :

srii
hasilnya biasa saja, tak ada yang ganjil

Jenis Tempat Makan yang Laris

Waktu selo di weekend malam sehabis hujan ini akan saya isi dengan mengulas tentang tempat makan. Seperti pelajaran jaman sekolah kemarin, Pangan adalah salah satu dari tiga unsur kebutuhan primer manusia (sekarang kabarnya menjadi empat, dengan bertambahnya jaringan internet). Tak heran apabila bisnis/usaha makan-memakan tak pernah padam di belantika wirausaha nusantara. Dan pada zaman “mau makan apa? googling dulu deh” ini pun saya mengamati, terdapat beberapa jenis warung makan yang laris pengunjung. Pengamatan ini tak hanya di Jogja (walaupun hampir semua yang saya sebut jogja) karena saya sudah lama tak mengikuti perkembangan jajanan di kota sejuta kuliner ribuan.

Jenis pertama, tempat makan laris adalah tempat makan legendaris.

legend

Tak terbantahkan dong. Sudah sejak dahulu kala. Jauh sebelum ditemukannya media sosial. Ciri khas yang biasanya ada ialah foto mbah-mbah punggawa awal didirikannya warung itu, kemudian tempat makan yang seadanya namun mengajarkan kita apa artinya kenyamanan, kesempurnaan, ketertiban, dan kekenyangan, dan juga peralatan memasak yang masih otentik semisal tungku, gerabah, dsb. Tembok/dinding tempat makan yang  dihiasi hitam asap arang berkesan vintage namun alami. Beberapa contohnya ialah Gudeg pawon Janturan, Bakmi mbah mo mbantul, mangut lele Mbah Marto, ayam goreng Mbah Cemplung, dsb. Biasanya lagi, walau tempat tak begitu luas dan kadang mblusuk, namun tak jarang dijumpai mobil-mobil pengunjung parkir di sekitarnya. Menandakan bahwa makanan tersebut memang masuk ke segala kalangan.

Jenis kedua, tempat makan laris adalah tempat makan unik.

unik

dengan menganut salah satu prisnip dalam bertahan di dunia bisnis yaitu INOVASI, maka banyak bermunculan tempat makan unik nan kekinian. Keunikan bisa terdapat pada tempatnya, nama menunya, maupun makanannya. Ditambah dengan marketing yang mantap melalui sosmed, maka tempat makanan unik tersebut tak luput dari penjajak kuliner kekinian. Beberapa makanan yang menurut saya unik diantaranya adalah Rumah makan konsep penjara , konsep rumah sakit , es krim pot , moci eskrim , dan masih banyak lagi. Banyak yang berhasil mempertahankan (dan meningkatkan) konsumennya, namun ada pula yang hanya laris sesaat. Konsumen kebanyakan berupa remaja dan bapak/ibu yang belum terlalu tua yang masih memiliki rasa penasaran besar.

Jenis ketiga, tempat makan laris adalah tempat makan dengan tempat/pemandangan indah.

igabl

tak dapat dipungkiri lagi bahwa selain memenuhi kebutuhan jasmani akan asupan pangan, salahsatu/salahdua alasan masyarakat mencari tempat makan ialah memenuhi kebutuhan piknik atau refreshing. Juga kebutuhan akan posting gambar/foto selfi dengan background hits nan kekinian. Beberapa pengusaha cukup jeli memanfaatkan fenomena ini. Dan bahkan memang ada yang sengaja menata tempat makannya agar bisa dijadikan tempat foto prewed, foto buku kenangan, atau tempat resepsi pernikahan. Beberapa tempat makan yang menurut saya masuk kategori ini ialah Lemongrass Bogor, Secret Garden Jogja, Kebun teh ndoro donker, Nicole’s kitchen Bogor, dsb. Konsumen di sini juga beragam, dari anak muda sampai keluarga lengkap.

Kemudian jenis terakhir, tempat makan laris adalah tempat makan langganan/enak/murah

daily

Jenis ini sengaja saya jadikan satu karena parameter langganan , enak , dan murah setiap orang bervariasi nan subjektif. Misal saya, tempat makan di kategori ini ada bakmi jawa (ngasem, sabarmenanti, dan dekat rumah), mi ayam (tumini, sendowo, pak kliwon) ketoprak (lik min, cirebon), gudeg bu pardi, soto (bu cip, tamansari, pak soleh), ayam bakar/goreng (mas pri, kadipiro) angkringan (alkid, siswagraha, lik harjo, cuprek), “sate kere”, warung kopi, daaaan masih buanyak lagi. Saya juga yakin anda punya list banyak untuk kategori ini.

Jadi, dari kesekian tempat makan di atas, kamu mau makan di mana? yuk ku temenin

*sumber gambar:

http://jalanjogja.com/wp-content/uploads/2013/02/bakmi-jawa4.jpg..
http://yukplesir.com/wp-content/uploads/2016/01/YPGP3.jpg..
http://bantulmedia.com/wp-content/uploads/2015/05/mangut-lele-mbah-marto.jpg..
http://thefoodescape.com/wp-content/uploads/2014/03/DSCF8111.jpg..
http://hellobogor.com/wp-content/uploads/2015/07/IMG_0842.jpg..
http://blog.jamesadhitthana.com/wp-content/uploads/2016/01/JamesAdhitthana-SG2.jpg..
http://www.vitanona.com/wp-content/uploads/2015/11/Resep-Desert-Mochi-Ice-Cream-Kekinian.jpg..
http://damarsaloka.com/wp-content/uploads/2013/12/SAM_2019.jpg..
http://2.bp.blogspot.com/-W0hcBgDRv_U/U-hGrCWx5SI/AAAAAAAADj0/RTj1MHqx1zE/s1600/soto+pak+sholeh.jpg..

Ketika Diam (bukan lagi) Emas

Hingar bingar mengenai LGBT ini mulai menyeruak ke media major label ketika semua negara bagian di US melegalkan LGBT secara hukum, bulan Juni tahun 2015 lalu . Kemudian dunia maya ramai dengan warna-warni pelangi yang secara sepihak mereka jadikan simbol untuk mendukung LGBT serta tagar “love wins” . Jadi kasihan sama pelangi yang dijadikan simbol 😦

Kemudian secara perlahan, mulai muncul beberapa kubu di media dalam menanggapi LGBT ini. Kubu pro LGBT yang menganggap LGBT adalah wajar dan patut dilestarikan, kubu netral yang entah tidak menunjukkan sikap terhadap LGBT, serta kubu anti LGBT yang tak lelah menuliskan pesan/nasihat untuk para penderita LGBT. Dan tulisan saya ini sebenarnya lebih ditujukan kepada pembaca yang tidak menderita LGBT namun menganggap kampanye anti LGBT itu berlebihan. Percayalah, tak ada yang berlebihan di dunia ini, kecuali perasaanku padamu, dek.

Dari beberapa tulisan yang saya baca, LGBT (Lesbian Gay Bisexual Transgender) adalah suatu kelainan psikis yang terbentuk oleh beberapa faktor. Bagi yang masih menganggap LGBT adalah murni bawaan lahir dari gen kita, saya telah membaca beberapa tulisan, diantaranya tulisan di The Guardian ini. Sepintas membaca judulnya, tulisan tersebut seakan memastikan bahwa gay merupakan sifat manusia yang dibawa sejak lahir. Namun coba lebih berhatihati dan cermat dalam membaca, maka anda menemukan beberapa pernyataan yang menyebutkan bahwa pengaruh gen pada orientasi seksual seseorang sangat kecil, dan ada beberapa faktor luar lain yang berpengaruh yaitu budaya, didikan, serta lingkungan.[1]  Ingat. Dibaca sampai rampung ya, jangan nggantung, cukup status kita saja yang menggantung.

Beberapa kampanye LBGT baik secara terang-terangan maupun tersembunyi (subliminal) pun mulai marak. Diawali dengan peresmian LGBT dan simbol pelangi yang bertebaran di dunia maya, tokoh-tokoh film/serial yang berperilaku Gay/Lesbian, sticker/emoticon menyimpang pada media sosial, dan lain sebagainya. Bagi sebagian orang mungkin menganggapnya sepele, dan tidak perlu dirisaukan. Namun justru itulah yang diharapkan. Kampanye tersembunyi tersebut menjadi cara mereka untuk menyisipkan subliminal stimuli/subliminal message. Karena salah satu cara mengirimkan pesan ke ‘alam bawah sadar’ manusia, ialah mennampilkan (secara terus menerus) sesuatu hal yang tersembunyi, atau nampak namun penonton/pembaca tidak menyadari hal tersebut. When subliminal stimuli exert an influence on us it’s said to be an unconscious influence, meaning it’s an influence we’re not consciously aware of. [2] . Namun, apakah subliminal stimuli tersebut memang mampu mempengaruhi perilaku kita secara tidak sadar? Menurut Pakdhe Ian Zimmerman Ph.D, bisa. Seperti tulisan beliau di kanal PsychologyToday yang saya kutip : “That said, subliminal stimuli and consciously detectable stimuli could influence our behavior without our knowledge when they’re used right.“.

Itu masih bahaya dari pesan tersembunyi, belum yang terang-terangan. Pesan yang disampaikan secara terang-terangan pun juga mulai bermunculan. Walaupun baru beredar di sekitaran blog maupun sosial media, namun hal ini tetap perlu diwaspadai. Mengingat sekarang kita hidup pada zaman di mana anak kecil pun sudah pandai googling, sampai lagu Bimbo pun saya rasa akan berganti judul ‘Ada anak bertanya pada mbah Google…’

Kembali ke kampanye, jadi sebenarnya kampanye anti LGBT itu marak karena kampanye LGBT yang semakin marak (walaupun sejauh yang saya tahu belum  secara terang-terangan di media mainstream seperti tv nasional, koran, radio). Sehingga jikalau kampanye tersebut dibiarkan, akan menjadi viral, dan hal itu cukup berbahaya untuk kita, terlebih lagi untuk mereka yang masih dibawah umur. Maka, wajar jika memang diperlukan kampanye anti LGBT (yang isinya pemahaman untuk masyarakat tentang kelainan/bahaya LGBT). Baik berupa aksi, iklan layanan, maupun tulisan. Namun hal yang perlu diingat, bahwa pengaruh tulisan/penyampaian opini akan dapat dirasakan apabila cara menyampaikannya memang tepat. Seperti Henry Fonda pada film 12 Angry Men, bagaimana dia bisa mengubah polaritas keputusan 11 juri dengan pendapatnya yang berdasar riset yang sangat mendalam tentang kasus tersebut namun disampaikan dengan tenang dan tegas.
Akhir kata, di saat keadaan sudah seperti ini, saya rasa diam sudah bukan lagi emas. Kecuali diam mu adalah Diam Sastrowardoyo. Ah, mbak Cinta..

Referensi:

[1] Rahman, Qazi Dr. “Gay genes’: science is on the right track, we’re born this way. Let’s deal with it.“.  24 Juli 2015.  https://www.theguardian.com/science/blog/2015/jul/24/gay-genes-science-is-on-the-right-track-were-born-this-way-lets-deal-with-it

[2] Zimmerman, Ian Ph.D. “Subliminal Ads, Unconscious Influence, and Consumption“. 09 Juni 2014. https://www.psychologytoday.com/blog/sold/201406/subliminal-ads-unconscious-influence-and-consumption

Tutorial: Komunikasi arduino menggunakan RS485

Tutorial kali ini mengenai komunikasi antara dua buah arduino menggunakan modul RS485. Sebenarnya saya juga merujuk dari tutorial lain berbahasa inggris di sini . RS485 merupakan salahsatu modul komunikasi half duplex, secara serial. Half duplex berarti mampu mengirim atau menerima data pada jalur yang sama, namun bergantian (satu arah dalam satu waktu). Modul RS485 memiliki 8 pin yaitu Vcc, GND, A&B, DE, RE, DI, dan RO. Pada tutorial ini saya menggunakan Arduino Uno dan Leonardo, 2 buah modul RS485, serta 16 kabel jumper, dan sebuah breadboard.

Modul RS485

Rangkaiannya seperti berikut :

rangkaian di fritzing
rangkaian di fritzing

– Pin DI (data in) ke pin 11 Arduino sebagai TX software serial (kabel putih)
– Pin RO (receive out) ke pin 10 Arduino sebagai RX software serial (kabel jingga)
– Pin DE (data enable) dan RE (receive enable) dijumper dan dihubungkan ke pin 3 Arduino (kabel hijau)
– Pin A dan B (RS485 pair) dipasangkan kedua modul RS485 (kabel biru & kuning)
– Vcc dan GND dihubungkan (kabel merah dan hitam)

Modul RS485 ini dihubungkan dengan port serial arduino. Jika arduino yang digunakan hanya memiliki satu port serial (yang dihubungkan ke serial monitor PC), makan gunakanlah software serial (salah satu library arduino yang dapat menggunakan pin digital sebagai port serial).

Kemudian programnya ada 2, masing-masing untuk master dan remote. Program arduino dapat membuka 2 sketch dalam waktu yang sama, namun perhatikan PORT communication yang digunakan. Setelah kedua program diupload ke masing-masing perangkat, pilih port komunikasi dengan master lalu buka serial monitor. Ketikkan suatu karakter maka karakter itu akan dikirim melalui RS485 ke device remote untuk kemudian dikembalikan ke master dan ditampilkan di layar serial monitor.

arduino uno dan leo - RS485 (abaikan bunga)
arduino uno dan leo – RS485 (abaikan bunga)

Kode program Arduino Master :

/* YourDuino SoftwareSerialExample1
   - Connect to another Arduino running "YD_SoftwareSerialExampleRS485_1Remote"
   - Connect this unit Pins 10, 11, Gnd
   - Pin 3 used for RS485 direction control
   - To other unit Pins 11,10, Gnd  (Cross over)
   - Open Serial Monitor, type in top window. 
   - Should see same characters echoed back from remote Arduino

   Questions: terry@yourduino.com
 *edited:
 - addded filter
*/

/*-----( Import needed libraries )-----*/
#include <SoftwareSerial.h>
/*-----( Declare Constants and Pin Numbers )-----*/
#define SSerialRX 10 //Serial Receive pin
#define SSerialTX 11 //Serial Transmit pin

#define SSerialTxControl 3 //RS485 Direction control

#define RS485Transmit HIGH
#define RS485Receive LOW

#define Pin13LED 13

/*-----( Declare objects )-----*/
SoftwareSerial RS485Serial(SSerialRX, SSerialTX); // RX, TX

/*-----( Declare Variables )-----*/
int byteReceived;
int byteReceivedSerial;
int byteSend;

void setup() /****** SETUP: RUNS ONCE ******/
{
 // Start the built-in serial port, probably to Serial Monitor
 Serial.begin(9600);
 Serial.println("YourDuino.com SoftwareSerial remote loop example");
 Serial.println("Use Serial Monitor, type in upper window, ENTER");

 pinMode(Pin13LED, OUTPUT); 
 pinMode(SSerialTxControl, OUTPUT); 

 digitalWrite(SSerialTxControl, RS485Receive); // Init Transceiver 

 // Start the software serial port, to another device
 RS485Serial.begin(4800); // set the data rate 

}//--(end setup )---

void loop() /****** LOOP: RUNS CONSTANTLY ******/
{
 digitalWrite(Pin13LED, HIGH); // Show activity
 if (Serial.available())
 {
 byteReceivedSerial = Serial.read();

 digitalWrite(SSerialTxControl, RS485Transmit); // Enable RS485 Transmit 
 RS485Serial.write(byteReceivedSerial); // Send byte to Remote Arduino

 digitalWrite(Pin13LED, LOW); // Show activity 
 delay(10);
 digitalWrite(SSerialTxControl, RS485Receive); // Disable RS485 Transmit 
 }

 if (RS485Serial.available()) //Look for data from other Arduino
 {
 digitalWrite(Pin13LED, HIGH); // Show activity
 byteReceived = RS485Serial.read(); // Read received byte
 if ((byteReceived == byteReceivedSerial) && (byteReceived != NULL))
 {
 Serial.write(byteReceived); // Show on Serial Monitor
 delay(10);
 digitalWrite(Pin13LED, LOW); // Show activity 
 }
 } 

}//--(end main loop )---

/*-----( Declare User-written Functions )-----*/

//NONE
//*********( THE END )***********

Kode program Arduino Remote

/* YourDuino SoftwareSerialExample1Remote
   - Used with YD_SoftwareSerialExampleRS485_1 on another Arduino
   - Remote: Receive data, loop it back...
   - Connect this unit Pins 10, 11, Gnd
   - To other unit Pins 11,10, Gnd  (Cross over)
   - Pin 3 used for RS485 direction control   
   - Pin 13 LED blinks when data is received  
   
   Questions: terry@yourduino.com 
   *edited:
   - addded delay
*/

/*-----( Import needed libraries )-----*/
#include <SoftwareSerial.h>
/*-----( Declare Constants and Pin Numbers )-----*/
#define SSerialRX        10  //Serial Receive pin
#define SSerialTX        11  //Serial Transmit pin

#define SSerialTxControl 3   //RS485 Direction control
#define RS485Transmit    HIGH
#define RS485Receive     LOW

#define Pin13LED         13

/*-----( Declare objects )-----*/
SoftwareSerial RS485Serial(SSerialRX, SSerialTX); // RX, TX

/*-----( Declare Variables )-----*/
int byteReceived;
int byteSend;

void setup()   /****** SETUP: RUNS ONCE ******/
{
  // Start the built-in serial port, probably to Serial Monitor
  Serial.begin(9600);
  Serial.println("SerialRemote");  // Can be ignored
  
  pinMode(Pin13LED, OUTPUT);   
  pinMode(SSerialTxControl, OUTPUT);  
  
  digitalWrite(SSerialTxControl, RS485Receive);  // Init Transceiver
  
  // Start the software serial port, to another device
  RS485Serial.begin(4800);   // set the data rate 
}//--(end setup )---


void loop()   /****** LOOP: RUNS CONSTANTLY ******/
{
  //Copy input data to output  
  if (RS485Serial.available()) 
  {
    byteSend = RS485Serial.read();   // Read the byte 
    
    digitalWrite(Pin13LED, HIGH);  // Show activity
    delay(10);              
    digitalWrite(Pin13LED, LOW);   

    if(byteSend != NULL)
    {
      digitalWrite(SSerialTxControl, RS485Transmit);  // Enable RS485 Transmit    
      delay(10);
      RS485Serial.write(byteSend); // Send the byte back
      delay(10);   
      digitalWrite(SSerialTxControl, RS485Receive);  // Disable RS485 Transmit      
    } 
//    delay(100);
  }// End If RS485SerialAvailable
  
}//--(end main loop )---

/*-----( Declare User-written Functions )-----*/
//NONE

//*********( THE END )***********

Contoh di atas hanyalah sebagai dasar untuk mengetahui cara kerja komunikasi menggunakan RS485. Untuk penerapannya, komunikasi menggunakan RS485 ini dapat digunakan untuk beberapa buah arduino sebagai remote/client dengan maksimum jarak/panjang kabel 1200 meter dengan kecepatan maksimum 20Mbps. Cocok untuk diaplikasikan dalam sebuah sistem sensor network.

Dalam komunikasi menggunakan RS485, setiap perangkat harus secara bergantian mengirim, dan menerima. Seperti bagaimana manusia berkomunikasi seharusnya. Bahwa agar tercipta suatu komunikasi yang baik, maka harus ada yang berperan sebagai pendengar yang setia dan pembicara yang jelas.

Sekian tutorial mengenai komunikasi arduino menggunakan modul RS485.  Jika ada yang hendak ditanyakan bisa melalui kolom komentar di bawah. Semoga bermanfaat.

*sumber:

https://arduino-info.wikispaces.com/RS485-Modules
http://arduino-info.wikispaces.com/SoftwareSerialRS485Example
https://www.arduino.cc

 

Belajar dari Ketoprak Cirebon

Ketoprak merupakan salah satu warisan kuliner favorit di Indonesia, khususon di Pulau Jawa. Dulu waktu kuliah, langganan saya dan rekan-rekan kampus ialah Ketoprak Lik Min yang terletak persis di sebelah SD di Sendowo. Kemudian sekarang, saat saya sedang menjalani misi di Tangerang, ternyata malah semakin banyak penjual ketoprak yang ada di sekitar tempat kos. Dan langganan saya ialah ketoprak cirebon yang hanya berjarak sekian langkah dari kos. Pernah sih nyobain ketoprak lain yang lebih jauh, namun tetap ketoprak cirebon ini yang paling pas. Selain rasa yang konsisten, bumbu yang mantap, jarak yang dekat pun menjadi alasan saya memilih ketoprak ini. Bahkan mas-mas delivery McD pun memilih berhenti di sini untuk mampir makan.

Beberapa bulan berlangganan ketoprak di sini, ada satu pelajaran moral yang dapat saya ambil. Ialah mengenai ekspektasi. Sejak awal saya selalu pesan ketoprak dengan level “sedang”. Bukannya takut pedas, saya hanya males kalau nanti tengah malam harus setor tunai terlalu dini karena efek kepedesan. Hingga pernah suatu ketika, saat saya pesan ketoprak level sedang dengan berekspektasi rasa pedas yang tak berlebih, ternyata rasanya malah terlalu pedas. Sudah beberapa kali terulang sampai saya harus menegaskan bahwa ‘sedang berarti cabe nya dikit’ kepada mas penjual ketoprak.

Pernah juga pada suatu hari, ketika saya sedang ingin merasakan nikmatnya makan pedas, saya pesan ketoprak dengan level pedas. Namun apadaya, sejak suapan pertama (sampai terakhir) ternyata rasa pedasnya malah sedang-sedang saja. Bahkan masih kalah pedas dengan chat di whatsapp yang hanya centang dua biru tanpa balasan. (Maaf, jangan tersungging, ini berdasar pengalaman teman. Kecuali anda teman saya yang saya maksud, ya maaf.)

Dari sini saya belajar, bahwa jangan terlalu berlebihan dalam ekspektasi. Seperti kata Ika natassaIt’s even said that expectation is the root of all dissapointment. ” , dan ditambah lagu Kunto Aji “mana mungkin hari ini terbuai ekspektasi tinggi jika tak berawal indah sampai akhirnya kau hancurkaan. Saaaakit..” .

Kalau kata saya sih,

“Berhati hatilah dalam berekspektasi, terlebih lagi mengenai hati”.