Cloud Computing: A short brief, history, and technology

Mobilitas manusia sudah dimulai sejak jaman dahulu, dimana kegiatan tersebut dilakukan dengan berbagai tujuan antara lain untuk mencari makan, mencari tempat tinggal yang lebih baik, mengungsi dari serbuan orang lain dan sebagainya. Namun pada zaman sekarang, mobilitas manusia yang tinggi bukan lagi hanya untuk mencari makan atau tempat tinggal, namun juga dengan tujuan lain seperti belajar, berbisnis, berwisata, dan sebagainya. Dan perkembangan teknologi sekarang juga semakin mendukung tingginya mobilitas manusia tersebut. Hal ini dapat dilihat ketika laptop/notebook lebih banyak dibutuhkan daripada komputer desktop. Bahkan netbook, laptop dengan ukuran mini juga semakin merebak peredarannya. Netbook, sesuai namanya, sebenarnya fungsi utamanya ialah sebagai sarana menjelajah internet dan menggunakan aplikasi-aplikasi ringan seperlunya semisal office.

Mobilitas tinggi juga menuntut sebagian orang untuk selalu terhubung dimana saja. Sehingga mereka membutuhkan lebih dari 1 perangkat mobile seperti laptop, smartphone, atau tablet. Keberagaman gadget tersebut menimbulkan permasalahan baru yaitu ketika ada suatu data yang butuh diakses menggunakan semua gadget dimanapun, kapanpun.  Selain itu, banyaknya proyek yang membutuhkan beberapa orang dalam pengerjaannya (collaborative working) juga menjadi permasalahan. Dengan mobilitas yang tinggi, maka kemungkinan untuk dapat bekerja bersama dalam satu tempat lebih kecil.

Melihat permasalahan tersebut, para praktisi Teknologi Informasi mulai memanfaatkan teknologi Cloud Computing. Beberapa aplikasi menerapkan teknologi komputasi awan guna membantu pengguna. Jenis aplikasi yang menerapkan teknologi komputasi awan diantaranya cloud storage (Dropbox, Ms. SkyDrive, Google Drive, Humyo, dan lainnya), collaboration tools (Spicebird, Mikogo, Vyew, dan sebagainya), serta virtual office (Google drive, thinkfree, Miscrosoft office live).

Komputasi awan, adalah sebuah ungkapan untuk menggambarkan beberapa macam konsep komputasi yang melibatkan beberapa komputer dalam jumlah yang besar dan terhubung melalui jaringan komunikasi real-time semisal internet. Dalam beberapa ilmu seperti ilmu pasti, komputasi awan ialah komputasi terdistribusi dalam jaringan, yang berarti kemampuan untuk menjalankan suatu program dalam beberapa komputer dalam satu waktu. Teknologi komputasi awan ini sudah dimulai sejak beberapa tahun silam.

Pada pertengahan tahun 1950an, mulai dicoba untuk membagi akses fisik suatu komputer dari berbagai terminal sebagaimana digunakan untuk membagi CPU. Pada tahun 70an, proses pembagian tersebut semakin marak, dan dikenal dengan nama RJE (Remote Job Entry). Proses RJE ini banyak digunakan pada mainframe IBM dan DEC. Tahun 90an, beberapa perusahaan telekomunikasi mulai menawarkan teknologi server virtual pribadi,VPS (Virtual Private Server). Kemudian pada awal tahun 2000an, beberapa web servis sperti Amazon memegang peranan penting dalam pengembangan dari teknologi cloud computing dengan menggunakannya pada pusat pengolahan data.

Dengan menyadari bahwa arsitektur cloud yang menghasilkan peningkatan efisiensi internal sehingga beberapa fitur dapat ditambahkan dengan mudah dan cepat, Amazon menawarkan komputasi awan ini ke pelanggan dengan merilis Amazon Web Services pada 2006. Contoh lainnya, pada awal 2008, Eucalyptus menjadi platform open-source pertama yang kompatibel dengan AWS API untuk mengembangkan jaringan awan pribadi. Pada awal 2008 juga, OpenNebula menjadi piranti lunak opensource pertama untuk mengembangkan jaringan awan hybrid, dan pribadi. Pada Maret 2011, framework IBM SmartCloud diresmikan, dengan fungsi sebagai pendukung dari Smart Planet. Hingga saat ini, perkembangan teknologi yang mengadopsi Cloud Computing sudah semakin pesat.

Contoh arsitektur cloud computing
Contoh arsitektur cloud computing

Gambar tersebut merupakan salah satu contoh arsitektur Cloud Computing. Pada contoh tersebut terdapat 4 komponen, ada Cloud Infrastructure, Cloud Service, Cloud Platform, dan Cloud Storage. Keempat komponen tersebut saling berkomunikasi melalui mekanisme tertentu. Beberapa karakteristik dari Cloud Computing ialah :

l  – Kecerdasan yang meningkat seiring kemampuan pengguna

l  – API (Application Programming Interface) yang memudahkan aksesibilitas piranti lunak untuk berinteraksi dengan clouds software.

l  – Biaya yang berkurang. Hal ini diklaim oleh para penyedia layanan Cloud Computing

l  – Ketidakbergantungan dengan perangkat maupun lokasi sehingga memudahkan pengguna mengakses menggunakan piranti apapun, dimanapun.

l  – Teknologi virtualisasi yang memungkinkan pengguna untuk mengakses sistem menggunakan web browser native di desktop maupun mobile.

l  –Multitenancy yang memungkinkan perangkat untuk berbagi sumber daya dan biaya, sehingga memungkinkan untuk sentralisasi infrastruktur, peningkatan kapasitas peak-load, serta peningkatan utilisasi dan efisiensi sistem.

l  – Dapat diandalkan untuk keperluan bisnis, profesional, mupun pribadi.

l  – Performa yang selalu dimonitori

l  – Keamanan semakin meningkat dengan adanya \sentralisasi data.

l  – Perawatan/pengelolaan mudah, karena tidak perlu instalasi di tiap komputer, dan dapat diakses dari manapun.

Keuntungan menggunakan teknologi Cloud Computing ini, diantaranya, karena sentralisasi data, maka kemanan lebih terjamin. Kemudian, sumber daya dari cloud computing juga dapat direalokasikan sehingga memaksimalkan penggunaan daya komputasi. Dan para pendukung teknologi komputasi awan ini, menyetujui bahwa dengan Cloud Computing dapat mengurangi biaya infrastruktur. Selain itu mereka juga mengamini bahwa dengan Cloud Computing, aplikasi dapat berjalan lebih cepat dengan maintenance yang lebih sedikit, serta memungkinkan teknologi informasi berkembang menyesuaikan dengan kebutuhan bisnis yang tak dapat diprediksi.

Salah satu contoh layanan yang menggunakan teknologi Cloud, ialah Cloud Storage. Dan penyedia layanan Cloud Storage yang cukup banyak penggunanya, ialah Dropbox dan Google Drive. Dropbox merupakan layanan file hosting milik Dropbox.inc., yang berkantor di San Fransisco, California. Selain Cloud Storage, Dropbox juga menyediakan layanan sinkronisasi berkas dan client software. Dropbox memungkinkan pengguna untuk membuat folder spesial pada komputer masing-masing yang kemudian semua file di dalam folder tersebut disinkronisasi oleh Dropbox sehingga isi, struktur folder tersebut sama/tetap ketika diakses melalui web browser maupun komputer lain dengan akun yang sama. File tersebut juga dapat diakses melalui smartphone yang sudah terintegrasi dengan Dropbox. Platform smartphone yang sudah mendukung integrasi Dropbox ialah Windows Phone, Android, iOS, serta Blackberry OS. Platform lain juga dapat mengakses, melalui browser yang ada. Dropbox server, dan desktop client sebagian besar dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman python. Untuk desktop client menggunakan GUI toolkit dari wxWidgets dan Cocoa. Untuk mengunggah file ke Dropbox, dapat menggunakan fitur Drag-Drop dengan desktop client yang kemudian otomatis tersinkronisasi dengan server, atau dengan mengunggahnya langsung melalui web browser. Dropbox juga memungkinkan beberapa pengguna untuk saling berbagi folder yang sama, semisal untuk keperluan collaborative working. Dalam menyimpan data, Dropbox menggunakan enkripsi AES-256. Salah satu teknisi Dropbox mengembangkan teknologi LANSync yang memungkinkan komputer pada local area network untuk mengunduh file dari client lain dengan aman.

Selain Dropbox, juga ada Google Drive. Google Drive ini berawal dari Google Docs, yaitu sebuah layanan dari Google untuk membuat maupun mengubah berkas dokumen secara online. Tampilan antarmuka Google Docs dibuat sedemikian sehingga menyerupai software word-processor pada umumnya seperti Ms.Word, LibreOffice Writer. Selain pengolah dokumen, Google Drive juga memungkinkan pengguna untuk menympan file di cloud storage, berbagi dengan teman, serta collaborative editing. Kapasitas yang ditawarkan Google Drive pada pengguna awal yaitu 5 GB, yang dapat ditingkatkan jika pengguna meningkatkan status akunnya menjadi Pro-user. Untuk mempermudah sinkronisasi file dengan desktop, tersedia Google Drive client untuk platform Windows, Max OSX, Android, dan iOS. Sementara untuk Linux masih dalam tahap pengembangan. Google Drive juga terintegrasi maksimal dengan Chromium OS, platform sistem operasi opensource yang dikembangkan oleh Google. Disamping dokumen office, Google Drive memungkinkan pengguna untuk melakukan pratinjau pada gambar, video, Markup/code, Portable Document(PDF), Postscript, fonts, arsip, XML, Scalable Vector, serta file Adobe (photoshop dan illustrator).

Teknologi Cloud Computing saat ini masih belum selesai berkembang. Masih banyak kemungkinan untuk semakin berkembang demi memenuhi kebutuhan akan komputasi yang cepat, efisien, serta hemat sumber daya.

sumber :

http://en.wikipedia.org/wiki/Google_Drive
http://en.wikipedia.org/wiki/Dropbox(service)
http://en.wikipedia.org/wiki/Cloud_computing