random quote: reminder

happy_face1“Jangan menggalaukan hal yang sudah pasti terjamin di brangkasnya Alloh, lahir, jodoh, rizki dan ajal  mau segalau apapun sudah tertulis semuanya, we can’t change it, the only thing we can do is hidup sebaik mungkin “, Intan, 2013.

Pas banget, entah suasana yang sedang berantakan, banyak interferensi gelombang yang mengganggu fokus kegiatan sehari-hari. Intensitas gelombang itu semakin lama semakin meningkat. Hingga suatu malam, ketika scrolling newsfeed Facebook menemukan sebuah postingan status dari seorang kawan SMA. Sebenernya nggak heran lagi soalnya dari dulu tulisannya juga udah keren keren. But somehow, momen munculnya status itu, pas banget. Kalo diibaratkan, seperti kalau anda lagi di jalan nyaris kesasar tetiba menemukan petunjuk jalan yang langsung menunjukkan tujuan perjalanan anda.

Malah curhat.

Jadi, status itu, bukan tak berdasar.

Kita mulai dari rizki. Ar-Rizqu (rezeki) secara bahasa berasal dari akar kata razaqa–yarzuqu–razq[an] wa rizq[an]. Secara bahasa razaqa artinya a’thâ (memberi) dan ar-rizqu artinya al-‘atha’ (pemberian) [via Eramuslim]. Dan sesuai Qur’an surat Hud ayat 6, yang terjemahannya seperti berikut :

Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh). 

Lanjut ke jodoh. Nah ini kan yang biasa kalian (anak muda .red) bincangkan. Kata “jodoh” menurut kamus bahasa Indonesia adalah “pasangan yang cocok” baik bagi laki-laki maupun perempuan. Jodoh kita? nih coba disimak :

Dan Kami menciptakan kalian berpasang-pasangan.(QS. An-Naba’ [78] : 8)

Banyak yang bilang, jodoh kita sudah di tanganNya, tapi kalo nggak diambil ya tetep di tanganNya. Haha! Jadi? Jadi menurutku sih jodoh ya someone out there (lawan jenis) yang sudah dipersiapkanNya, terbaik buat kita. Disiapkan doang, tinggal di kita-nya mau ngambil apa nggak..hehe. Tapi intinya, udah, percaya sama “konsep perjodohan” dariNya.

Kemudian ajal. Ini sangat penting. kenapa? Yah kita taulah, semua orang akan mati, siap atau tidak kalau memang udah waktunya, yaudah. No need to negotiation. Bukti? monggo:

Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. (QS. Ali Imran [3]: 145).

Nah udah tau kan? Dan sampai sekarang kalau gelombang itu kembali datang menginterferensi, tulisan inilah yang paling awal jadi reminder.

*sebagian isi disalin dari http://www.eramuslim.com

*image source : http://www.medantalk.com/wp-content/uploads/happy_face1.jpg