Membangun aplikasi menggunakan Android Studio 2.1 (1)

Pada akhir pekan yang panjang ini, saya tertarik kembali mempelajari pembuatan aplikasi android. Terakhir mencoba sudah lama dulu masih memakai Eclipse IDE + Android SDT dan itupun masih menghitung luas segitiga. Dan sejak android meluncurkan IDE sendiri (Android Studio) , saya belum pernah benar-benar mencobanya. Install di laptop sudah pernah, tapi ya itu, dianggurkan saja.

Karena sudah lama sekali, maka saya lupa bagaimana dasar menggunakan android studio, cara debug langsung pada device androidnya. Kalau bahasanya (XML, Java) saya memang belum menguasainya. Bukan lupa. Ehe.

Oleh sebab itulah, kali ini, saya berusaha mendokumentasikan caranya agar kelak ketika lupa dapat membuka tulisan ini. Dan siapatau ada yang membutuhkan, semoga bermanfaat. Okesip.

Sebagai catatan, saya menggunakan Sistem operasi Ubuntu 16.04 LTS 32bit, Android Studio 2.1 (SDK lolipop dan marsmallow), serta device Xiaomi Mi4i untuk debug.

Pertama, pasang adb pada ubuntu dengan menggunakan commandline :

sudo apt-get install adb

Kemudian unduh android studio dari : https://developer.android.com/sdk/index.html

extract , dan letakkan pada /opt/ .

Jalankan dengan perintah

./opt/android-studio/bin/studio.sh

Akan muncul Android Studio Setup Wizard, untuk pengaturan awal aplikasi. Selesaikan proses tersebut.

Start new project

Isi semua field, dan pilih blank activity sebagai percobaan awal

pilih blank activity buat awal
pilih blank activity buat awal

ketika memilih minimum android version, sesuaikan dengan device kita (yang saya gunakan bersistem operasi Lolipop 5.0.2 , dan saya memilih Kitkat 4.4 pada minimum version)

Ketika selesai kita akan menemui tampilan editor android studio dengan default program Hello World.

tampilan IDE android studio
tampilan IDE android studio

Setelah itu coba jalankan pada device anda (ini yang sempat bermasalah) dengan klik Run, dan pilih device anda. Saat itu error message yang muncul adalah :

Unable to create Debug Bridge: Unable to start adb server: Unable to detect adb version, adb output: /Sdk/platform-tools/adb: 1: /Sdk/platform-tools/adb: Syntax error: “)” unexpected

Dari hasil bertanya dengan sesepuh google, saya menemukan jawaban di stackoverflow, bahwa masalah terletak pada platform-tools versi 23.1.0 pada Sistem Operasi Linux 32-bit. Yang perlu dilakukan ialah downgrade ke platform-tools versi 23.0.1 yang dapat diunduh dari https://dl-ssl.google.com/android/repository/platform-tools_r23.0.1-linux.zip

setelah selesai unduh, pindah file ke direktori sdk ( ~/Android/Sdk/ ) lalu rename folder platform-tools yang ada agar tidak conflict, kemudian unzip.

mv platform-tools_r23.0.1-linux.zip ~/Android/Sdk
cd ~/Android/Sdk
mv platform-tools platform-tools-notworking
unzip platform-tools-r23.0.1-linux.zip

Tutup program android studio, lalu jalankan lagi.

Buka project Helloworld yang sudah dibuat, lalu Run

dan voila! maka program akan dipasang pada device android yang terhubung dan dijalankan.

Advertisements

GRUB : mengubah menu default [UBUNTU]

Seperti yang kita tahu, setalah memasang linux pada PC/notebook maka otomatis akan terinstall GRUB (GNU GRand Unified Bootloader).  GRUB adalah menu awal yang muncul ketika anda pertama kali boot. Seperti ini penampakannya :

Dan pada default, pilihan menu yaitu Linux yang barusan di install dan ada waktu 10 detik sebelum automatic boot. Dan jika ingin mengganti default pilihan menu GRUB ada 2 cara  (banyak cara sih,tapi saya mau membahas ini dulu) :

1. Mengganti grub-default 

Cara ini akan menentukan menu ke-berapa yang akan dipilih secara default. Pertama buka script grub-helper menggunakan text editor :

sudo gedit /etc/default/grub

Kemudian pada baris :

GRUB_DEFAULT=0

ganti angka 4 dengan nomor urut menu yang anda inginkan (dimulai dari 0), jadi jika menu yang anda inginkan pada urutan ke 5, ganti menjadiL

GRUB_DEFAULT=4

setelah itu klik ‘Save’, dan update grub serta initramfs dengan perintah:

sudo update-grub && sudo update-initramfs -u

restart komputer anda, dan lihat bedanya 😀

2. Mengubah urutan menu

Coba anda buka terminal, masuk ke directory /etc/grub.d/ . Kemudian anda lihat isi foldernya maka akan ada beberapa file dengan nama yang diawali dengan angka (00_header , 05_debian_theme, dsb). Jadi sebenarnya urutan menu pada GRUB tergantung oleh urutan nomer yang ada di folder tersebut. Dan default nya OS selain linux (windows,mac) diletakkan di nomor 30 (30_os_prober). Sehingga jika ingin memindah-mindah urutan anda tinggal mengubah angka pada nama file TANPA mengubah nama file setelahnya. misal urutan (header dan debian theme jangan diubah,itu bukan pilihan tapi semacam file header) :

  • 10_linux
  • 20_memtest86+
  • 30_os_prober

kemudian anda ingin memtest diletakkan paling bawah sedangkan os selain linux diletakkan di menu pertama, maka rename file nya sesuai urutan, misal seperti ini (nggak harus sama,yang penting urutannya) :

  • 10_os_prober
  • 15_linux
  • 20_memtest86+

setelah itu jangan lupa jalankan update :

sudo update-grub && sudo update-initramfs -u

 

Arduino pada Ubuntu

Bismillah,

Jadi berawal dari tugas akhir mata kuliah Mikrokontroler yang mengharuskan untuk menggunakan device yang kompatibel dengan Arduino IDE , saya dan teman saya (kelompok 2 orang) memutuskan untuk membeli board Arduino Uno Rev.3 . Itu pun belinya nunggu lama karena stock arduino uno di toko elektronik 51 habis, juga di beberapa toko online yang masih inden. Sampai akhirnya teman saya menemukan sebuah online-store yang ready-stock untuk Arduino Uno. Dan ini penampakan arduino uno (unboxed) :

Kenapa harus Uno? bukan Mega/Leonardo/Nano/Lilypad sekalian? Ya sebenernya tergantung kebutuhan juga sih, dan juga salah satu aspek yang menentukan yaitu : budget! Dengan harga pasaran Rp 270.000,00 – Rp 290.000 , Arduino Uno Rev.3 sudah cukup untuk membuat perangkat elektronik cerdas karena memiliki 14 pin I/O dengan 6 Analog Pin, VRef 5V , dan lain lain (bisa cek di website nya untuk spesifikasi lengkap). Untuk menghubungkan arduino dengan PC/Notebook digunakan kabel USB DKU (sama seperti kabel printer).

Pertama kali saya mencoba mengisi program pada arduino tersebut melalui windows, dan itu hal yang mudah (tinggal install driver,dan jadi). Kemudian saya jadi ingin mencoba menggunakan Ubuntu untuk mengunggah sketch (nama source-code yang digunakan arduino) ke Uno saya. Setelah googling beberapa saat akhirnya saya dapat menghubungkan Arduino Uno saya ke Ubuntu 12.04. Berikut saya berikan langkah nya :

1. Unduh dan pasang beberapa package yang dibutuhkan yaitu : avr-libc, avrdude, binutils-avr, gcc-avr, arduino, openjdk-6-jre. Caranya seperti biasa, menggunaka apt-get :

$ sudo apt-get install avr-libc avrdude binutils-avr gcc-avr arduino openjdk-6-jre

2. Kemudian hapus package brltty karena kemungkinan akan crash dengan port komunikasi serial.
$ sudo apt-get remove brltty

3 .  Setelah selesai, hubungkan arduino board ke PC/notebook anda, dan ketikkan pada terminal :

$ dmesg | grep tty
[ 0.000000] console [tty0] enabled
[ 81.653857] usb 2-1.2: GSM modem (1-port) converter now attached to ttyUSB0
[ 81.654028] usb 2-1.2: GSM modem (1-port) converter now attached to ttyUSB1
[ 81.654167] usb 2-1.2: GSM modem (1-port) converter now attached to ttyUSB2
[ 81.654287] usb 2-1.2: GSM modem (1-port) converter now attached to ttyUSB3
[ 8069.049542] cdc_acm 2-1.4:1.0: ttyACM0: USB ACM device

dari pesan tersebut nampak pada notebook saya ada devive baru dikenali pada port serial ttyACM0.

4. kemudian buka IDE arduino dengan mengetikkan:

$ arduino

5. Pada menu Tools/Serial Port , pilih port serial sesuai dengan milik anda, (misal milik saya /dev/ttyACM0 , sesuai dengan yang tadi muncul)

6. Coba salah satu example dan upload

7. Ketika selesai dan benar maka muncul tulisan : Done Uploading pada bagiam bawah.

Selesai! Alhamdulillah ..

Kiranya sekian saja tulisan saya kali ini, semoga bermanfaat. Saya juga masih newbie dalam dunia linux dan arduino jadi jika ada yang mau mengkoreksi tulisan ini saya persilakan. Dan kalau ada yang mau bertanya juga saya persilakan,insyaAllah saya jawab kalau memang saya tau jawabannya. Terimakasih atas kunjungannya. Ada kurangnya mohon maaf.